formats

Mengapa Hati Kita Masih Kering Ketika Membaca Al-Qur’an?

Published on 1 December 2012, by in agamaku, status FB.

Renungan Untuk kita yang Sudah Lama “Ngaji” Bahasa Arab
(artikel untuk anggota grup FB Badar Online)

Pengantar
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد
Pembaca mulia – إني أحبكم في الله -, ide yang muncul ketika penulis susun risalah ini adalah keinginan untuk menyampaikan suatu nasehat untuk diri penulis sendiri, sebagai catatan harian penulis setelah merasa hati ini tetap kering ketika membaca Al-Qur’an meskipun sudah berusaha mempelajari bahasa Arab untuk memahaminya. Namun, semakin banyak penulis coba melakukan rihlah ilmiah untuk mencari nasehat-nasehat salafusshalih di kitab-kitab mereka, semakin terasa pula bahwa sebab kekeringan itu adalah kotornya hati ini. Setelah berlalunya waktu, penulis coba postkan catatan ini di room bahasa Arab online ini dengan harapan agar para pembaca dapat ikut merenungi pesan para salafusshalih tersebut. Mudah-mudahan ini termasuk bentuk pengamalan sabda Nabi bahwa الدين النصيحة “Agama adalah nasehat”.

Pembaca mulia, alhamdulillah, kami merasa sangat bahagia ketika melihat antusias yang luar biasa dari para anggota grup maupun fanspage Bahasa Arab Online yang demikian semangat untuk mempelajari bahasa Arab. Masya Allah, ini adalah suatu kenikmatan yang patut kita syukuri karena mungkin di waktu yang sama, di kala para pembaca mengikuti kagiatan belajar atau mengulang pelajaran di rumah, di waktu itu pula ada saudara-saudara muslim kita lainnya yang masih lalai, masih terbuai dengan kehidupan hura-hura.

Di sisi lain, mungkin ada pula di antara kita yang sudah cukup lama mempelajari bahasa Arab, tetapi kekeringan dan kotornya hati masih kita rasakan.
Ya, mungkin di antara kita ada yang sudah lama mengenal yang namanya “ngaji”.

Kita sudah lama mengenal bahasa Arab…

Atau….

Kita sudah lama membaca Al-Qur’an…

Kita sudah lama membaca hadits-hadits nabi…

Kita sudah lama mendengar nasehat ulama…

Kita sudah lama mengikuti majelis ta’lim…

Namun…

Mungkin di antara kita masih terasa kering hatinya….

Air mata kita tak mampu meleleh di saat kalamullah diperdengarkan…

Tubuh ini masih terasa capai untuk menegakkan shalat malam…

Lisan ini masih diam ketika melihat kemungkaran….

Tangan ini masih tak bergerak di kala orang-orang yang kita kenal bermaksiat…

(more…)

formats

Hati Kalian Sudah Mati dalam Sepuluh Hal!

Published on 30 November 2012, by in agamaku, status FB.

Suatu ketika, Ibrahim bin Adham melewati sebuah pasar di kota Basrah, lalu orang-orang mengerumuninya dan bertanya, Wahai Abu Ishaq, الله berfirman di dalam kitab suci-Nya,

ادعوني أستجب لكم

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu”. (Q.S. Ghaafir: 10)

Sementara kami selalu berdoa semenjak lama, tetapi tidak kunjung dikabulkan.

Lalu, Ibrahim berkata,

يا أهل البصرة ماتت قلوبكم في عشرة أشياء أولها عرفتم الله ولم تؤدوا حقه. الثاني قرأتم كتاب الله ولم تعملوا به. والثالث ادعيتم حب رسول الله صلى الله عليه وسلم وتركتم سنته. والرابع ادعيتم عداوة الشيطان ووافقتموه. والخامس قلتم نحب الجنة ولم تعملوا لها. والسادس قلتم نخاف النار ورهنتم أنفسكم بها. والسابع قلتم إن الموت حق ولم تستعدوا له. والثامن اشتغلتم بعيوب إخوانكم ونبذتم عيوبكم والتاسع أكلتم نعمة ربكم ولم تشكروها. والعاشر دفنتم موتاكم ولم تعتبروا بهم

Artinya:

Wahai warga Basrah, hati kalian sudah mati dalam sepuluh hal:

Kalian mengenal الله, tetapi tidak mau menunakan hak-Nya.
Kalian membaca kitabullah, tetapi tidak mau mengamalkannya.
Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
Kalian mengaku bermusuhan dengan setan, tetapi kalian akur dengannya.
Kalian mengatakan cinta kepada surga, tetapi tidak mau beramal menuju ke sana.
Kalian mengatakan takut kepada neraka, tetapi kalian malah menggadaikan diri kalian kepadanya.
Kalian mengatakan bahwa kematian itu benar adanya, tetapi kalian tidak mau mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Kalian sibuk mencari aib saudara kalian, tetapi mengabaikan aib kalian sendiri.
Kalian memakan karunia Rabb kalian, tetapi kalian tidak mensyukurinya.
Kalian mengubur orang mati, tetapi tidak mau mengambil pelajaran darinya.

——Referensi——

[ Hilyatul Auliya` wa Thabaqatul Asyfiya`. Abu Nua’aim Ahmad bin Abdillah Al-Asfahani. Beirut: Darul Kitab Al-Arabiy (cetakan IV, tahun 1405 H). Juz 8, halaman 15 via software Makatabah Syamilah ] alashree.wordpress.com

Tags:
formats

#Edisi Ngomporin Nikah Muda

Published on 26 November 2012, by in status FB.

“Mau nikah tapi belum ada modal mas?”

### Nikah kok pake nunggu ngumpulin modal, emang mau buka toko!. Nikah kok nunggu mapan, nunggu kaya, nunggu sejahtera. Kebalik tuh. Segera nikah, biar segera dimapankan, d
ikayakan, disejahterakan :)
“Tapi saya masih belum lulus kuliah mas?”.

### Emang sejak kapan rukun nikah pake ijasah?.
“Saya belum punya kerjaan tetap mas?”.

### Nggak penting itu punya pekerjaan tetap, yg penting tetap punya penghasilan :)
“Padahal rencana saya nikah umur 30-an gitu mas”

### Coba deh diitung2, umpama cowok nikah usia 30. Anaknya lulus kuliah udah berapa tuh usia sang bapak?. Yup, lebih dari 50 taun. Kalo nikahnya umur 20?. Usia 40-an sudah bisa gendong cucu tuh :)
“Apa sih mas perbedaan besar antara pacaran dg nikah?”

### Pacaran? Rawan maksiat. Nikah? Rawan rahmat :)
“Nikah muda itu bahaya lho mas, psikis pasangan muda kan labil?”.

(more…)

Tags:
formats

Lihatlah Jauh ke depan Kawan!

Published on 11 November 2012, by in status FB, uneg².

Aku pernah sedikit kesal dengan seorang akhwat.
Dia sedang berproses dengan seorang ikhwan.
Ikhwan ini kerja di pasar gajinya 1,5jt.
Akhwatnya tidak mau karena gajinya sedikit.
Kutanya, “Apakah ikhwan tsb punya kemampuan kerja untuk lebih maju?”
Dia jawab, “ya”

*****
Jujur aku sangat-sangat tidak setuju dengan keputusannya,
karena yang akhwat lihat adalah apa yang ada didepan mata
tapi dia lupa bahwa ikhwan itu punya apa yang lebih dari gaji 1,5jt tersebut.
Kemampuan ikhwan tersebut punya nilai yang jauh lebih tinggi untuk masa depannya nanti.
Itu artinya…
Jangan terpaku pada apa yang ada dihadapan mata
tapi yg lebih penting bagaimana kita melihat masa depan ikhwan tersebut.
wallahu a’lam

* *****
Teringat nasihat Ustadz Armen Halim Naro rohimahulloh (yg intinya):
Nak…
Carilah pemuda yang mau berpeluh dengan keringatnya,
yg tak malu meski bersepeda reyot, yg tak putus asa bekerja,
dan pantang untuk meminta-minta. Bukan mereka yang berpakaian necis,
berparfum paling mahal tapi masih merengek-rengek dari orangtuanya,
malas bekerja dan bergantung pada kaki kedua orang tuanya. *)
Nasihat dari seorang ustadz hafidzohulloh, untukmu wahai muslimah

status by mutiara Sunnah FB :semangat:

formats

Surat Terbuka untuk Ukhti Muslimah

Published on 9 November 2012, by in agamaku.
Surat Terbuka untuk Ukhti Muslimahالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُبِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّأَتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَن يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ ِإلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ

لُهُ
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَ نْتُمْ مُسْلِمُونَ ال عمران :102
يَاأَ يُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَ رْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا النساء :1
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا الاحزاب : 70-71
أَمَّابَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَالْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّاْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَ لَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَ لَةٍ فِىالنَّارِWahai Ukhti Muslimah…Wahai wanita yang mengalir keimanan di dalam hatinya…Wahai wanita yang mencintai Allah dan Rasul-Nya…

Engkau yang telah ruku’ dan sujud, mengharap dan berdo’a kepada Allah yang Maha Suci lagi Maha Agung.

Engkau adalah seorang yang mempunyai peran besar dalam kehidupan laki-laki, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan maupun anak.

Wahai permata yang terjaga…Berlapanglah dengan sebuah pertanyaan ini…Tidakkah kalian menginginkan untuk menjadi wanita yang terpilih oleh Allah karena kebaikan…?! Tidakkah kalian ingin mendapatkan keutamaan yang Allah berikan…?! (more…)

Tags: ,
formats

Melindungi Diri dari Mata yang Dengki

Published on 30 October 2012, by in hadist.

# Melindungi Diri dari Mata yang Dengki #

‘Ain Mata yang Dengki Pertanyaan:
Apakah ‘ain (gangguan dari mata seseorang yang memiliki kedengkian terhadap orang lain yang mendapat nikmat) dapat menimpa manusia? Bagaimana mengatasinya? Apakah melindungi diri darinya menyelisihi tawakal?

Jawaban: Kami berpendapat tentang ‘ain bahwa itu adalah nyata, baik secara syar’i maupun realita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka.” (QS. Al-Qalam: 51)

Ibnu Abbas dan selainnya berkata mengenai tafsirnya, “Yakni, menimpakan ‘ain kepadamu dengan penglihatan mereka.” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “‘Ain adalah nyata, dan seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain-lah yang mendahuluinya. Dan jika kalian diminta mandi, maka mandilah.” (HR. Muslim)

Di antaranya apa yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan Ibnu Majah bahwa Amir bin Rabi’ah melewati Sahl bin Hanif yang sedang mandi, kemudian ia mengatakan, “Aku belum pernah melihat seperti hari ini kulit yang disembunyikan.” (maksudnya ucapan kedengkian dengan pandangan mata yang dengki) Maka Sahl pun pingsan. Lalu ia dibawa kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan dikatakan kepada beliau, ‘Lihatlah Sahl dalam keadaan pingsan.’ Beliau bertanya, ‘Siapakah yang kalian tuduh melakukannya?’ Mereka menjawab, ‘Amir bin Rabi’ah.’ Beliau berkata, ‘Mengapa salah seorang dari kalian membunuh saudaranya. Ketika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang mengagumkannya dari saudaranya, maka doakanlah keberkahan untuknya. Kemudian beliau meminta air lalu memerintahkan Amir supaya berwudhu, lalu ia mencuci mukanya, kedua tangannya hingga siku-sikunya, kedua lututnya, dan bagian dalam kainnya. Lalu beliau memerintahkan supaya mengguyurkan pada Sahl.”

Dalam suatu redaksi, “Ia menumpahkan bejana dari belakangnya.” Kenyataan membuktikan hal itu, dan tidak mungkin dipungkiri. Pada saat terjadinya, disunahkan mempergunakan pengobatan-pengobatan syar’i, yaitu: Pertama, membaca (Alquran atau doa-doa). Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada ruqyah kecuali karena ‘ain atau sengatan (binatang berbisa).” Jibril pernah meruqyah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan ucapan, “Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari setiap penyakit yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau ‘ain orang yang dengki, Allah akan menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” Kedua, Meminta mandi, sebagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Amir bin Rabi’ah dalam hadis yang telah lalu, kemudian mengguyurkan kepada orang yang terkena ‘ain. Melindungi diri dari ‘ain sejak awal tidak mengapa, dan itu tidak menafikan tawakal, bahkan itu termasuk tawakal.
Karena tawakal adalah bersandar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan melakukan upaya-upaya yang diperbolehkan atau diperintahkan. Pernah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memintakan perlindungan untuk Hasan dan Husein, seraya berucap, “Aku memintakan perlindungan untuk kalian dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setan, Hammah, dan dari mata yang jahat. Nabi Ibrahim juga mengucapkan permintaaan demikian meminta perlindungan bagi Ishaq dan Isma’il.”

(Syaikh Muhammad bin Utsaimin, Fatawa al-Ilaj bil Qur’an was Sunnah – ar-Ruqa wama yata’ allaqu biha, Hal. 41-42) Sumber: Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, Darul Haq Cetakan:VI. 2011

formats

Orang-orang “salafi” (yang bermanhaj Salaf) tuh aneh dan ngeselin

Published on 9 July 2012, by in agamaku.

Orang-orang “salafi” (yang bermanhaj Salaf) tuh aneh dan ngeselin, karna kalo berdalil soal Islam selalu bawa-bawa Al-Qur’an, Hadist-hadist shahih, ijma para sahabat dan ulama-ulama yang mengikuti manhaj mereka. Mereka tuh bodoh dan pengecut, karna gak pernah berani pake akal dan pendapat mereka kalo berdalil. Gak seperti guru mereka (anti Salafi) yang berani gak pake dalil kalo berbicara dan beramal karena tingginya ilmu mereka (menurut mereka). (more…)

formats

DIALOG ASWAJA – SYIAH vs WAHABI tentang BID’AH HASANAH

Published on 3 July 2012, by in agamaku.

Aswaja : Hari ini 12 rabiul awwal sungguh aku sangat bahagia loh….

Syiah : Emang lu kenape?, kemarin-kemarin kurang bahagia?

Aswaja : Kagak gitu bro, hari ini gua ngerayain hari maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Gua sangat gembira dengan hari lahirnya nabi

Syi’ah : Kalau gua …..gua sangat sedih pas hari 10 Muharram lalu….hik hik hik…jadi nangis gua ngingatnya…hik

Aswaja : Emang kenapa lu nangis??!

(more…)

Tags: , ,
formats

Pangeranku, aku ingin beranjak tua bersamamu.. – Cinta Hakiki

Published on 1 July 2012, by in uneg².

dari > ” Cinta Hakiki ” Ya Allah Aku Jatuh Cinta Karena-MU

~ Pangeranku, aku ingin beranjak tua bersamamu.. ~

Saat aku dilamar suamiku, aku merasa bahwa akulah wanita yang paling beruntung di muka bumi ini.. Bayangkan dari sekian juta wanita di dunia ini, aku yang dia pilih untuk jadi isterinya..

Kalau aku persempit, dari sekian banyak wanita di negara ini, di propinsi ini, di kota ini, di rumah ibuku yang anak perempuannya 3, aku yang paling bungsu yang dipilih untuk jadi isterinya!

Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.. Pangeranku, aku ingin beranjak tua bersamamu..

Aku berusaha keras menjadi isteri yang baik, patuh pada suami, menjaga kehormatanku sebagai isterinya, menjadi ibu yang baik, membesarkan anak-anakku menjadi sholih dan sholihah.. Aku memanfaatkan pernikahanku sebagai ladang

amalku, sebagai tiket ke surga..Walaupun begitu… hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu..

(more…)

formats

Kelakuan Pengguna Blackberry vs Android vs Iphone

Published on 22 March 2012, by in uneg².

sharing posting dari blog lain :

HP DITENTENG DI JALAN

- BB : Lagi nungguin bbm dari si ayang : (always bbm)
- Android : Lagi sambil nge-restore, rom yang sebelumnya ga enak. (always ngoprek)
- Iphone : Gpp, seneng aja megangnya. (always bangga)

DI DALAM CAFE SENDIRIAN

- BB : Wakaka, bego banget sih neh orang, broadcast ke yang laen ahh. (dengan suara kencang)
- Iphone/Android : senyum2, baca tret di kaskus “ada ababil pake BB ketawa kenceng banget di cafe”

(more…)

formats

I loved the answer of this German Muslim scholar when he was asked about Terrorism and Islam

Published on 18 March 2012, by in agamaku, uneg².

I loved the answer of this German Muslim scholar when he was asked about Terrorism and Islam!!

He said:
Who started the First World War? Muslims?

Who started the Second World War? Muslims?

Who killed about 20 millions of Aborigines in Australia? Muslims?
Who sent the nuclear bombs of Hiroshima and Nagasaki? Muslims?
Who killed more than 100 millions of Indians in North America? Muslims?
Who took about 180 million of African people as slaves and 88% of them died and was thrown in Atlantic Ocean? Muslims?

NO!! They weren’t Muslims!!
First of all, You have to define terrorism properly…

If a non-Muslim do something bad, it is crime,
But if a Muslim commit same..He is a Terrorist…

So first remove this double standard, then come to the point!!

(And these figures are exclusive of Martyrs [Insha’Allah] of Afghanistan, Iraq, Bosnia, Pakistan etc.)

formats

Ketika Layar Telah Berkembang

Published on 10 March 2012, by in agamaku.

Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga, dimulai dari memilih pasangan hidup. Islam mengikat suami istri dalam ikatan kokoh, menentukan hak dan kewajiban, serta mewajibkan mereka menjaga buah pernikahan ini. Islam juga mengantisipasi segala problema yang dapat menghadang kehidupan rumah tangga secara tepat. Itulah kesempurnaan islam yang sangat indah.

Pernikahan! Kata itu sangat indah didengar tetapi keindahan di dalamnya harus serta-merta dibarengi dengan persiapan. Pernikahan berarti mempertemukan kepentingan-kepentingan dua individu dan bukan mempertentangkannya. (more…)

formats

IPAR ITU ADALAH MAUT

Published on 8 March 2012, by in agamaku.

Khalid duduk di ruang kerjanya dengan pikiran yang diliputi kesedihan dan kegalauan. Shaleh, kawannya, memperhatikan kegalauan dan kesedihan itu di wajahnya. Ia berdiri dari mejanya dan mendekati Khalid, lalu berkata padanya:

“Khalid, kita ini berteman layaknya bersaudara sejak sebelum kita sama-sama bekerja. Aku perhatikan sejak seminggu ini selalu termenung, tidak konsentrasi. Engkau kelihatan begitu galau dan bersedih…”

(more…)

credit
© hak ciptanya dimasshogun :)

Bad Behavior has blocked 381 access attempts in the last 7 days.