malam² liat metro..berita kebanyakan demo mahasiswa..
apalagi sekarang isu yang paling HOT adalah BBM akan naik, 85% demo yang saya tonton minta SBY-JK turun dari kursi kepresidenan.
saya rada mengerutkan wajah klo ngeliat mahasiswa gitu..
hobinya demo.. tidak bisa memberikan penyelesain..
kalau saya baca semua spanduk yang mereka bawa semuanya menurut saya kata² ’sampah’..
tidak menunjukkan mereka mengerti benar kenapa mereka harus demo, dan untuk siapa mereka demo.
banyak kalangan yang menduka kalau mahasiswa demo sekarang banyak di’tempel’in oleh kepentingan politik yang ingin menjatuhkan..
kata² “turunkan SBY – JK” itu yang bikin saya geleng kepala, tapi jangan salah sangka bahwa saya pendukung kedua orang itu, saya cuma heran banget..banget.. kenapa kog mereka bisa menulis seperti itu?! mereka ini benar² mahasiswa yang rajin? atau mahasiswa yang bolong² masuk kuliahnya apa ilmunya?(soalnya ada mahasiswa yang jarang masuk tp pinternya minta ampun,hehehe).. apa mereka pikir kalau SBY turun BBM gak bakalan naik?pertanyaan yang akan membuat mereka tampak bodoh dimuka umum..
malah kalau menurut saya mereka itu sedang mempermalukan kredibilitas mahasiswa..
demo silakan demo..tapi harus punya solusi, saya jadi ingat kata dosen saya pak yudi prayudi tentang hobinya manusia menuntut, “kalau sudah mengetahui haknya tidak terpenuhi, tanpa berfikir panjang manusia tidak sadar kalau mereka sebenarnya belum memenuhi kewajiban mereka”(ini kata2 versi saya) . yang saya bikin tambah geleng² ketika melihat organisasi islam yang cukup terkenal bilang.. “SBY-JK telah menghianati Rakyat, mari kita lawan“..rakyat yang mana? apa yang mereka maksud diri mereka sendiri? berani²nya mereka bilang rakyat, mereka saja tidak pernah tanya ke saya, apa saya tidak disebut rakyat..kata² yang terlalu hiperbola..
banyak politisi revolusi bilang kalau suatu bangsa itu bangkit karena inteluktual mudanya(mahasiswa) .. apa yang kita harapkan dari mahasiswa indonesia jika terus² seperti ini?!
jangan sampe kita seperti itu.. saya di kampus sering denger ada demo menolak KKN, katanya “hapuskan KKN, gak bakalan ikut KKN“, ternyata…..
KKN jg.. kwkwkwkwk
coba saya rekam waktu demo itu.. trus saya pampang video itu di hall sekarang..
malunya kaya apa dia?!
jangan banyak menuntut hak, kita bisa terlena karena itu..kewajiban masi menumpuk di punggung kita..
*jika ada yang merasa kurang berkenan,afwan..
bukan maksud untung menyinggung atau menjelekkan,
hanya untuk mengingatkan


setuju dim, coba mahasiswa itu jadi Sby/Jk, apa mereka mau di demo juga. padahal beliau berdua sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi indonesia. mendingan kita demo masak aja, enak itu. :mrgreen:
Reply
:mrgreen: itu mah hobi mu..makan..ayo kita demo masak indomie ala alcatraz..bayak yang belum tau
Reply
menurutku gini mas.
orang/mahasiswa demo itu untuk menyampaikan pendapatnya. kan di negara kita bebas berpendapat.
“SBY-JK telah menghianati Rakyat, mari kita lawan“
mungkin kalimat seperti itu digunakan untuk menyinggung perasaan pemerintah biar mereka merasa terusik, jadi ga diem aja dan ada interaksi antara kedua belah pihak.
dan pihak yg paling “pinter” dan paling berani adalah mahasiswa (dibandingkan buruh,karyawan dll)
Hanya saja yg disayangkan pihak pemerintah yg tidak peduli akan pendapat masyarakat dan bersikap militerisme (dengan perintah untuk membubarkan masa). Secara demonstran pasti ga suka cara itu.. dan akhirnya pecah konflik deh…
Reply
nah kita kan pihak yang paling “pinter” dan berani dari masyarakat..
kita punya maksud menyindir pemerintahan dengan kata² yg cukup ekstrim saya rasa..
nah pihak² yg buruh dan karyawan hanya menonton TV melihat mahasiswa demo menggunakan kata² tersebut..apalagi klo mereka melihat mahasiswa yang rusuh dengan petugas.. ini merupakan contoh yang buruk atas nama “mahasiswa”..
kenapa?coba kita liat mengapa tayangan pornografi di larang di televisi, tayangan kekerasan dilaran jg..
karena konten² tersebut di tonton oleh banyak orang dan berpengaruh kepada orang banyak..
apa kita akan berkata egois “filtering content kan itu tanggung jawab pemirsa”..
contoh ada adegan film dimana ada seorang anak berani menampar ibunya.. produser film yang tidak mencantumkan batasan umur penonton akan bilang “ini kan film”..
tp apa efek bagi seorang anak yang menontonnya? apa kita bisa bilang pikiran anak itu sama tentang apa yang namanya ‘film’? bahwa film itu hanya akting..film itu ada skenarionya.. kita gak bisa bilang kemampuan tangkap semua orang sama.. dan itu memang fakta
itu yang saya sebut dengan tanggung jawab publik..
anda masuk TV berarti secara tidak langsung anda adalah ‘tokoh publik’..
anda sedang di tonton publik..
tidak hanya masuk TV saja, jika kita demo di jalan pun itu jadi ‘tokoh publik’..
apa yang anda lakukan akan menjadi santapan publik, yang mungkin akan di contoh oleh publik..kita contohkan ‘A’ belum tentu publik bisa ‘A’,bisa jadi ‘ABCZ’..
jd panjang nih commentnya :mrgreen:
Reply
tambahan dikit
menurutku orang yg berani berdemo(berpendapat), berbicara dan berdiskusi adalah orang yg benar2 pintar.
Reply
ada orang yang lebih pintar lagi menurut saya..orang yang bisa membuat perubahan dengan langkah yang efektif..
saya sedikit mengerti tentang apa itu politik, perkembangan politik, karena memang dasarnya saya IPS maksa ke informatika.. :mrgreen:
kita tahu bahwa presiden membuat keputusan akan mempertimbangkan banyak hal, apakah itu untuk kepentingan beliau sendiri atau kepentingan publik..presiden itu ada di dalam dunia politik..
klo kita sudah masuk kedalam dunia politik sama saja kita masuk ke dalam belenggu yang bisa membuat kita berkata A itu B..
apakah politik itu jahat? tidak..oknum politik itu yang jahat, tentu tidak semua oknum..
apakah benar berdemo itu akan didengarkan oleh para petinggi2? klo itu sia-sia, sama saja kita buang tenaga percuma..
orang yang pintar tidak akan melakukan hal yang sia²..
tugas kita gmn cara supaya di dengar..dan beliau petinggi² itu dapat berubah.. yang saya tau cara nya adalah kita harus masuk ke belungku politik tersebut..
masi banyak cara yang lain..
Reply
ada yg paling pinter mas…..orang yg minum tolakan*in….kakwkkwkwkw :lol:
:mrgreen: minum obat kog harus pinter (lawannya tolak angin nih 8) )
setuju..
wes BBM mundak, sangu gak mundak..
:lol:
Reply
wes minggat ae nang kampung halaman.. :mrgreen:
Reply
Hmmm.. demo…
Jaman dulu ketika saiya belum lahir dan Sie Hok Gie sudah kuliah, ato ketika di negara-negara lainnya juga sering terjadi chaos karena masalah sosial dan perekonomian yang memburuk.. demonstrasi massa merupakan salah satu alat yang efektif untuk melakukan perubahan kebijakan yang diambil pemerintah yang dianggap merugikan rakyat..
Namun ada pergeseran orientasi demo saat ini (menurut kacamata saiya yang notabene tidak tahu apa-apa)..
Kalau dulu massa berdemo dalam satu suara, untuk kepentingan rakyat, untuk merubah keputusan-keputusan pemerintah yang merugikan rakyat.. (artinya; saat itu demo menjadi salah satu kontrol sosial untuk pemerintahan).
Saat ini demo sudah seringkali (tidak menyebut semuanya) seringkali disusupi berbagai macam kepentingan.. dan mungkin sudah terlalu sering sehingga publik juga merasa jenuh dengan semua demo yang dilakukan, ditambah lagi seringnya aksi demo berakhir dengan tindakan anarki yang merugikan sebagian publik.. membuat pandangan publik (yang sebenarnya kepentingannya dibela oleh orang demo, malah antipati..)
Untuk masalah BBM yang naik kayaknya ga ada solusi deh.. dengan harga minyak sudah diatas $100 per barel – kita masih bisa berharap sebenarnya, meskipun kecil.. – kalau saja uang-uang diluar gaji (uang tunjangan ini-itu) dari tiap-tiap anggota dewan dan pejabat pemerintah lainnya dipotong untuk kemudian dijadikan uang subsidi BBM buat rakyat kecil.. tentu akan menghasilkan banyak, sebuah tindakan kongkret yang saya rasa lebih berguna daripada bergaya naik sepeda atau naik motor ke kantor..
Reply