smoke..

By dimas • Jun 6th, 2008 • Category: uneg²

Sangat mudah menjumpai orang merokok di sekitar kita dengan bebas..
tapi sangat sulit menjumpai orang merokok di area umum permisi dan ijin kepada kita yang ada di sekitarnya..itu belum pernah saya jumpai seumur hidup ini..

coba deh dibaca sajak dibawah ini..
memang cukup panjang..
tapi jangan menyerah membaca,trus berhenti ditengah jalan..

Tuhan Sembilan Senti

Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

_____________________________________________________

gimana? belum sadar juga? berarti anda termasuk orang yang ‘merugikan’ bagi orang lain…

Tagged as: , , , , ,

40 Responses »

  1. :sweat: wah sy musti membela diri dan kebenaran :) …kalau ngak ada kami para perokok, jutaan ribuan pegawai di jawa itu dari tukang gunting sampe buruh perkebunan mau makan apa…apa kamu ngak kasian ama mereka hahaha :seneng:

    [Reply]

    sungguh hebat kepedulian mas mengenai pengangguran di negeri ini..
    wah berarti ada tipe orang yang “menguntung bagi orang lain”…selamat..selamat.. :senyamsenyum:
    plus tipe orang yang “merugikan bagi orang lain” juga (tetep)… :sweat:

    mas hebat memiliki dua gelar sekaligus…hehehe
    kalau saya sih pilih satu aja mas, jadi yang “menguntung bagi orang lain”.. saya gak pingin punya gelar “merugikan orang lain” yang saya bawa kemana², setiap saya keluar di fasilitas umum, ditempat makan, di terminal bis, di burjo(khusus jogja), di kampus, di angkutan umum di kos temen…
    saya gak pingin orang lain memandang saya “merugikan” sedikitpun bagi mereka..sungguh saya gak pingin itu..

    Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
    saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
    tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
    Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
    mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
    kita ketularan penyakitnya.
    Nikotin lebih jahat penularannya
    ketimbang HIV-AIDS

    itu bukan sajak fiktif..
    itu kenyataan publik..
    orang yang menularkan AIDS saja bisa menyesal seumur hidup..bagaimana anda?

    [Reply]

  2. :sweat: saya cape bacanya

    ya… saya mulai komen..
    saya paling alergi sama asap rokok, untungnya di rumah bebas asap rokok
    ditempat kerja saya juga dilarang merokok (sekolahan gitu)

    yang saya benci, kalo di angkot udah ada yang merokok, ganggu banget kan???

    eniwei..ROKOK apaan sih???
    whahahaha… :lol:
    :tangkiu: :sweat:

    [Reply]

    :senyamsenyum: namanya juga sajak orangnya taufiq ismail..keren banget tuh orang..
    tersiksa yah kalau jadi perokok pasif..
    rokok itu tuhan baru bagi sebagian orang.. :think:

    [Reply]

  3. hidup tanpa rokok menyenangkan kali yaaaaaaa…..

    [Reply]

    betul neng.. pasti.. jawaban tidak diragukan lagi..
    semoga temen² yang baca ini sadar..

    [Reply]

  4. *pura pura ga baca ah* :siul:

    [Reply]

    :marahmendem:

    [Reply]

  5. :senyamsenyum: wah, ternyata ada juga kaum adam yang sadar “ga baiknya meROKOK”
    studju!!!!!!!! :marahbgt:
    untung lingkungan saya bebas rokok….

    [Reply]

    :gaya: saya termasuk kaum adam yang sadar akan hak mengirup udara bersih untuk orang lain..
    ngomong setujunya mbak yeni ngeri.. :kaget:
    :sep:

    [Reply]

  6. klo produksinya di hentikan bisa gak ya?
    padahal kan udah tau itu “barang” ngerusak banget

    balik lagi ke tidak tegasan pemerintah tuh

    rela-rela aja ngeliat masyarakatnya dirusak perlahan-lahan :gaktau:

    [Reply]

    ga bisa bro
    itu kan lahan yang paling basah

    kl ga ada rokok negara ga dapet duit

    [Reply]

    karena itu bisa kita simpulkan pemerintah kita gak peduli ama rakyatnya.. :think:
    alasannya buat bangun infrastruktur.. buat apa bangsa maju tapi penyakitan?! :gaktau:

    manusia sehat bakal berfikir sehat juga kan? kenapa susah di berhentikan..karena ide2 dari masyarakat nyangkut di DPR.. la DPR aja ngerokok.. gimana mau bela rakyat? ulama ngerokok.. polisi ngerokok..
    mau dibawa kemana rakyat indonesia ini kalau pemimpin² nya seperti itu?

    tapi bukan berarti kita sebagai bawahan(rakyat) harus terlebih dahului mendapat contoh “berhenti merokok” dari atasan, baru kita berhenti..jelas salah itu..

    ingat masa depan anak kita jika kita tetap merokok..
    sudah baca sajaknya secara lengkap kan?

  7. yah, namanya juga rokok..
    walaupun tempat berkumpulnya para racun, tapi tetep aja di sedot :confuse:
    kemaren aja pas hari Bebas Tembakau Sedunia tgl 31 mei masih aja tuh orang2 indonesia merokok..

    [Reply]

  8. nyoba… :confuse:

    [Reply]

    :confuse: nyoba apaan?

    [Reply]

    hueee… komen gw yang sebelumnya ga muncul :ngambek: payah ah

    berarti di blok ama akismet… :sweat:

  9. mas…mas…
    nganu mas…
    avatar ku kok elek
    huaaa….. :ngambek:

    [Reply]

    :ngakak: makanya daftar di gravatar.. wordpress sekarang mitranya gravatar, nanti kalau dah daftar tinggal ngisi komen di blog wordpress mana aja otomatis avatarnya lsg keluar, tapi email yang di daftarkan digravatar harus sama yang di pke buat nulis komen ini..

    [Reply]

  10. Alhamdullilah keluargaku gak ada yang ngerokok, jadi lingkungan di rumah bebas rokok. klo dipikir2 org yang ngerokok itu org kaya ya, masa sehari bisa ngabisin 2 bungkus rokok yang harganya ampir 10 ribuan, klo aku buat makan udah kenyang tu.
    :seneng:

    [Reply]

    betul itu.. kita bawa ke breadtalk dah dapet 3 roti yang maut2 rasanya… mmmmmmmm… dah yang ngerokok ganti nyamil breadtalk aja!! :sep:

    [Reply]

  11. blog nya LOLA, loading lambat, hosting di mana sih :seneng:

    [Reply]

    :marahmendem: :marahbgt: dari pada situ gak ada blog.. :ngakak:

    [Reply]

    personal blog emang BELOM punya. masih dalam kandungan. ntar lagi juga nongol.
    tapi jangan salah,gini2 aku admin 3 blog lho..

    3 blog?? apa aja? warungmobil1..warungmobil2..warungmobil3.. huehehehe :siul:

  12. bener bgtz tuuuuh!!!!!….
    mereka suka sadar atau secara ga sadar bahwa asapnya merugikan org lain..

    mungkin di pikirannya perokok pasif ikut merasakan kenikmatan mereka jg :(

    [Reply]

    :pusing: padahal kita tahan napas.. sampe sesek

    [Reply]

  13. Kebetulan sekali saya alergi ama rokok…. (asap dan baunya). Kadang teman yang ga bisa lama2 jauh dari rokok malas berbetah bertamu di rumahku… karena ga ada asbaknya……. :senyamsenyum:

    [Reply]

    :sep: cara pengusiran yang cukup inovatif

    [Reply]

  14. aku sudah 2 bulan ga ngrokoks

    [Reply]

  15. :sep: sep mas.. jangan tergoda untuk melanjutkan lagi..

    [Reply]

  16. coba cek http://stopmerokok.com

    [Reply]

    wess.. yusdi keren.. situsnya maut.. interaktif banget.. :sep:

    [Reply]

  17. sebenarnya dari dulu saya pingin berhenti merokok tapi ya….gitu deh susah banget…slam kenal

    [Reply]

    gak ada jalan jika gak berusaha.. :sep:
    banyak kog mas yang bisa berhenti.. masa mas gak bisa? teruslah berusaha..
    ini bukan buat mas aja.. buat orang sekitar juga.. :senyamsenyum:

    [Reply]

  18. 25 penyakit ada dalam khamr.
    Khamr diharamkan.
    15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
    Daging khinzir diharamkan.
    4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
    Patutnya rokok diapakan?

    ….sy pribadi diharamkan…..

    [Reply]

    :sep: yang tidak mengharamkan rokok itu patut ditanyakan kredibilitasnya mbak.. apalagi jika dia seorang ulama.. pasti dia ulama yang gak jelas..

    [Reply]

  19. cape oh cape ngomongin orang yang ngeroko supaya brenti ngeroko mah…

    boro boro begitu

    biar supaya jangan ngeroko di depan umum ajah susah

    heuhhhh :tutuptelinga:

    [Reply]

    kalau kita sayang ama tuh orang.. pasti gak ada kata menyerah..
    saya benernya paling gak tega ada ngeliat orang ngerokok.. kasian..
    merusak diri sendiri.. :pusing:

    [Reply]

Leave a Reply

:merah: :vodoo: :semangat: :nangis: :dream: :ngakaksombong: :ngakak: :siul: :hi: :senyamsenyum: :dead: :gaya: :stress: :tidak: :mojok: :) :trowout: :bonyok:: :tangkiu: :panas: :hore: :ngamuk: :malu: :think: :marahbgt: :sep: :ngambek: :pusing: :marahmendem: :confuse: :keren: :sweat: :tutuptelinga: :seneng: :ngantuk: :bancikaleng: :kaget: :gaktau: :ingat2: