Marhaban yaa Ramadhan
By dimas • Aug 30th, 2008 • Category: agamakuMarhaban yaa Ramadhan..
Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim..
saya selaku admin blog ini mohon maap bila didalam blog ini kata kata² yang buruk atau menyingung pembaca sekalian.. sungguh tiada maksud untuk merendahkan atau menghina atau menjelekkan, melainkan untuk menyadarkan atas sesuatu yang benar yang terkadang selama ini kita masi menutup mata akan hal itu..
ada beberapa kutipan yang mgkn bermanfaat menambah pengetahuan sodara² seimanku, sekaligus sebagai pelurus kesalahan yang kita anggap itu benar..
kutipan dari eramuslim.com
Saya pernah mendengar orang berkata bahwa tidurnya orang berpuasa itu adalah ibadah. Tapi sampai saat ini saya tidak tahu, benarkah hal itu? Kalau memang benar, apakah itu merupakan hadits nabi atau bukan? Dan kalau memang hadits nabi, riwayatnya serta statusnya bagaimana?
Terima kasih atas jawabannya ustadz
Jhons
jhoXXXXX@XXXXX.XJawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ungkapan seperti yang anda sampaikan, yaitu tidurnya orang berpuasa merupakan ibadah memang sudah seringkali kita dengar, baik di pengajian atau pun di berbagai kesempatan. Dan paling sering kita dengar di bulan Ramadhan.
Di antara lafadznya yang paling populer adalah demikian:
نوم الصائم عبادة وصمته تسبيح وعمله مضاعف ودعاؤه مستجاب وذنبه مغفور
Tidurnya orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipat-gandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.
Meski di dalam kandungan hadits ini ada beberapa hal yang sesuai dengan hadits-hadits yang shahih, seperti masalah dosa yang diampuni serta pahala yang dilipat-gandakan, namun khusus lafadz ini, para ulama sepakat mengatakan status kepalsuannya.
Adalah Al-Imam Al-Baihaqi yang menuliskan lafadz itu di dalam kitabnya, Asy-Syu’ab Al-Iman. Lalu dinukil oleh As-Suyuti di dalam kitabnya, Al-Jamiush-Shaghir, seraya menyebutkan bahwa status hadits ini dhaif (lemah).
Namun status dhaif yang diberikan oleh As-Suyuti justru dikritik oleh para muhaddits yang lain. Menurut kebanyakan mereka, status hadits ini bukan hanya dhaif teteapi sudah sampai derajat hadits maudhu’ (palsu).
Hadits Palsu
Al-Imam Al-Baihaqi telah menyebutkan bahwa ungkapan ini bukan merupakan hadits nabawi.Karena di dalam jalur periwayatan hadits itu terdapat perawi yang bernama Sulaiman bin Amr An-Nakhahi, yang kedudukannya adalah pemalsu hadits.
Hal senada disampaikan oleh Al-Iraqi, yaitu bahwa Sulaiman bin Amr ini termasuk ke dalam daftar para pendusta, di mana pekerjaannya adalah pemalsu hadits.
Komentar Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga semakin menguatkan kepalsuan hadits ini. Beliau mengatakan bahwa si Sulaiman bin Amr ini memang benar-benar seorang pemalsu hadits.
Bahkan lebih keras lagi adalah ungkapan Yahya bin Ma’in, beliau bukan hanya mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr ini pemasu hadits, tetapi beliau menambahkan bahwa Sulaiman ini adalah “manusia paling pendusta di muka bumi ini!”
Selanjutnya, kita juga mendengar komentar Al-Imam Al-Bukhari tentang tokoh kita yang satu ini. Belaiu mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr adalah matruk, yaitu haditsnya semi palsu lantaran dia seorang pendusta.
Saking tercelanya perawi hadits ini, sampai-sampai Yazid bin Harun mengatakan bahwa siapapun tidak halal meriwayatkan hadtis dari Sualiman bin Amr.
Iman Ibnu Hibban juga ikut mengomentari, “Sulaiman bin AmrAn-Nakha’i adalah orang Baghdad yang secara lahiriyah merupakan orang shalih, sayangnya dia memalsu hadits. Keterangan ini bisa kita dapat di dalam kitab Al-Majruhin minal muhadditsin wadhdhu’afa wal-matrukin. Juga bisa kita dapati di dalam kitab Mizanul I’tidal.
Rasanya keterangan tegas dari para ahli hadits senior tentang kepalsuan hadits ini sudah cukup lengkap, maka kita tidak perlu lagi ragu-ragu untuk segera membuang ungkapan ini dari dalil-dalil kita. Dan tidak benar bahwa tidurnya orang puasa itu merupakan ibadah.
Oleh karena itu, tindakan sebagian saudara kita untuk banyak-banyak tidur di tengah hari bulan Ramadhan dengan alasan bahwa tidur itu ibadah, jelas-jelas tidak ada dasarnya. Apalagi mengingat Rasulullah SAW pun tidak pernah mencontohkan untuk menghabiskan waktu siang hari untuk tidur.
Kalau pun ada istilah qailulah, maka prakteknya Rasulullah SAW hanya sejenak memejamkan mata. Dan yang namanya sejenak, paling-paling hanya sekitar 5 sampai 10 menit saja. Tidak berjam-jam sampai meninggalkan tugas dan pekerjaan.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc


Sama-sama…., Mohon maaf lahir bathin yah…
Memang iya sih, ada orang yang menghabiskan waktu puasa dengan tidur padahal puasa itu bukan alasan untuk kita bermalas-malasan…
[Reply]
dulu saya juga bingung.. katanya puasa ibadah, tapi kog tidur juga ibadah, la gmn caranya mau ibadah yang lain kalau tidur.. trus saya cari2 di forum2.. eh nemu di google..
[Reply]
kalo nge-blog ibadah juga nggak yah!
hehehehehehehhe!
[Reply]
kalau blognya membawa orang menuju kebaikan Insya’allah itu ibadah

[Reply]
puasa mbil ngeblog, kyaknya ga’ bakaln kerasa ya ? celotehan.com mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA !!!!
[Reply]
dim…
mohon maaf lahir dan batin yaaaa…
puasa2 sambil ngerjain TA bikin ngga krasa tuh…

[Reply]
sama2 mz anggie…
saya banyak khilafnya..
kalau ada utang kita anggap lunas yah?huahaha
nol-nol kita
nah itu… puasa ngerjain TA bisa mikir gak yah?hehe.. aku kadang2 kalau gak bisa mikir minum susu ultra coklat ama roti mocca sari roti.. baru bisa mikir.. hahaha
[Reply]
walau “Tidurnya orang puasa merupakan ibadah” tapi jangan tidur mulu… cari kegiatan yg lebih bikin amal kita bertambah… wokke om…
[Reply]
nah itu yang saya tulis di blog saya.. hadist yang berisikan “tidur itu ibadha ketika Ramadhan” itu bisa dikatakan palsu.. jadi mending melakukan hal yang lain yang bisa tambah pahala
[Reply]
mohon maaf lahir bathin y.. selamat menunaikan ibadah puasa
[Reply]
sama2 mas.. mari kita jalankan puasa ini dengan semaksimal mungkin..
[Reply]
selamat menjalankan ibadah puasa juga ya…
moga amal ibadah qta diterima oleh Allah SWT…
[Reply]
semoga lancar2 aja puasanya.. tanpa sakit.. amien
[Reply]
selamat menunaikan ibadah puasa, semoga ibadah kita diterima Allah SWT
[Reply]
amiieenn
[Reply]
Met puasa Dimas, maap lahir batin yee..

[Reply]
sama2 mbak siwi
[Reply]
Iya sama-sama..maaf lahir bathin.. Met menjalankan ibadah Ramadhan.. maaf telat.
btw..kutipannya menambah ilmu tentang puasa..thx.
[Reply]
sama2 mas..
saling berbagi ilmu itu sebenarnya merupakan kewajiban
[Reply]