shalat 5 waktu.. tepat waktu.. tidak ada yang ketinggalan.. tidak ada rasa berat menjalaninya..
berjilbab.. bertobat.. tidak mau menggunakan pakaian yang dahulu yang serba terbuka..
laki-laki menjaga diri dari nafsu.. menjauhi film-film primitif.. menjaga pandangannya dari yang diharamkan kepadanya..
semua kita jalani untuk menjadi lebih baik.. demi menjalankan perintah Allah yang disampaikan melalui Rasulnya..
tetapi.. ada yang sedikit janggal dengan ibadah yang dilakukan..
ibadah yang dikerjakan memang bisa kita lihat baik sekali.. tinggi imannya..
tetapi muncul pertanyaan.. benarkah kita umat Muhammad SAW?
kenapa kog bisa muncul pertanyaan itu, karena ibadah yang dijalankan ternyata tidak pernah dilakukan atau tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah..
Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa yang berbuat suatu amal perbuatan yang bukan berasal dariku, maka amal perbuatannya itu tertolak” (HR. Muslim)
apa contohnya..
1.Niat= kebanyakan dari kita niat beribadah di lafadz kan, padahal tidak ada satu hadistpun yang mengatakan kalau kita mau shalat kita baca “Ushalli Fardladh shub-hi rak’ataini mustaqbilal..“ trus kita itu mencontoh siapa? kalau mencontoh perilaku Rasulullah pasti sudah ada hadist yang mencantumkannya.. tapi kenapa tidak? terus timbul pertanyaan, kalau bukan “ushalli” lalu mau shalat baca apa?
niat itu ada di dalam hati.. saya belum pernah tahu ada orang yang mau pergi kuliah bilang “aku berniat berangkat kuliah siang ini” atau “aku berniat pergi kepasar pagi ini”.. kenapa tidak pernah dengar?! karena memang niat itu dalam hati, kalau saya niat ke kampus masa tiba² saya ada dipasar? atau saya niat tidur tapi tiba² saya di mall? kalau sudah niat shalat yah pasti shalat.. kalau tidak shalat itu yang baru namanya tidak niat shalat
2.shalat= bisa kita lihat gerakan² yang bermacam² dari tangan yang diputar sehabis takbiratul ihram, dan tangan di taruh di dada condong ke sebelah kiri katanya itu shalat dengan hati..Rasulullah jelas mencontohkan gerakan shalat dengan benar, dan lalu di lihat oleh para sahabat yang terkumpul dari hadist2 shahih bukhari atau muslim atau yang lainnya.. hadist pun banyak tingkatan berdasarkan penuturnya, Hadits mutawatir, Hadits ahad, masi banyak yang lain, jika ingin mempelajari mungkin bisa dari link wikipedia link ini . nah gerakan shalat yang beraneka ragam tadi banyak yang tidak pernah ditemukan dihadist satu pun.. apa kita bilang itu shalat yang diajarkan Rasulullah?
3.qunut subuh = setiap subuh di mesjid yang umumnya beraliran NU pasti ada qunut subuh, tapi kenapa di mesjid lain ada yang tidak qunut, ketika itu saya mulai bertanya kemana², pasti ada penjelasan dalam hal ini. setelah saya cari saya menemukan banyak pembahasan, di pengajian di blog di forum, banyak yang membahasnya. beberapa rangkuman yang saya dapatkan qunut itu memang ada, tapi tidak ada spesialisasi waktu hanya subuh saja, ketika orang menspesialisasikan waktu subuh saja berarti mereka membuat ibadah baru yang Rasulullah tidak pernah mengajarkannya. mungkin kalau mau mempelajari bisa di lihat di sini
4.jamaah shalat = sering saya melihat melihat jamaah shalat pria atau wanita jika mereka hanya 2 orang mereka bersebelahan dan makmumnya mundur sedikit dari imam, mereka mengikuti aturan “Jika terdiri dari dua pria atau dua wanita saja, maka yang satu menjadi imam dan yang satu menjadi makmum berada di sebelah kanan imam agak ke belakang sedikit.”, lalu saya bertanya dapat dari mana hadist mengenai jamaah 2 orang, dia menjawab :
Dari Ibnu Abbas radhiallaahu anhuma, ia berkata, ‘Aku pernah bermalam di rumah bibiku, Maimunah (salah satu istri Nabi shallallaahu alaihi wasallam), kemudian Nabi shallallaahu alaihi wasallam bangun untuk shalat malam, maka aku pun ikut bangun untuk shalat bersamanya, aku berdiri di samping kiri beliau, lalu beliau menarik kepalaku dan menempatkanku di samping kanannya’.
(Muttafaq ‘alaih)
lalu saya tanya kembali kepadanya manakah dari hadist itu yang mengatakan kalau shalat berjamaah 2 orang si makmum harus mundur sedikit dari imam? di berfikir keras, lalu dia berkata “itu lebih baik untuk membedakan mana makmum mana imam”, saya jawab lagi “bukannya sudah jelas sebelah kiri imam, kanan adalah makmum? mengapa harus di permudah lagi? kalau aturan itu tidak ada didalam hadist, berarti anda sama dengan sesuatu yang baru dalam ibadah, bid’ah, bid’ah itu kesesatan, dan kesesatan itu di neraka”.
baru dia terdiam cukup lama..
masi banyak hal yang kita lakukan ternyata itu bukan bersumber dari Rasul, apakah kita mau berkeringat tetapi tidak mendapatkan pahala? apa mau kita sujud sampai beribu² kali tetapi ternyata tertolak karena yang kita lakukan ternyata tidak pernah Rasul contohkan?
mungkin ada yang berpendapat “kan tidak ada larangannya”, sebenarnya kalau kita belajar, ada larangan tentang itu, kita sama dengan menambah²kan ibadah yang ada, Rasul kenapa shalat? karena diperintahkan Allah, berarti ada perintah langsung kepada Beliau, dan Rasul tidak pernah mencontohkan membaca niat sebelum shalat, dan tiba² kita yang mengaku “umatnya” ini mengatakan “kalau tidak memakai niat itu tidak sah..” what?? itu sama saja kita mengatakan dahulu Rasulullah shalatnya kurang bagus? berarti kita menganggap kita bisa melengkapi shalat Rasul yang Beliau mendapat perintah dan petunjuk langsung dari Allah?
sombong kita kalau bilang shalat Rasul yang dulu itu kurang mantap, kurang lengkap, kurang khusu’..
yah.. terkadang kita ini islam tahunya hanya shalat ama wudhu, yang lainnya tidak tahu.. buku hadist tidak pernah kita sentuh, tidak tertarik untuk membacanya..
kita lebih memilih menghabiskan waktu dengan membaca novel ayat² cinta, laskar pelangi, chicken soup..
lalu ada yang menjawab, “kan gak ada larangan baca novel” saya jawab, “memang tidak ada, tapi ketika engkau ditanya oleh Allah di padang masyar nanti, engkau habiskan untuk apa umurmu didunia ini, benarkah engkau mencari islam? benarkah engkau sudah menegakkan islam?”
bagaimana bisa kita dikatakan mencari yang benar kalau buku hadist saja belum pernah kita sentuh..
benarkan selama ini kita mencari? atau hanya bersikap seperti gelas kosong yang kalau tidak dituangkan air maka tetap kosong..
Rasulullah bersabda, “Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah
yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan berpeganglah kamu dengan kepada sunnah-sunnah itu dengan kuat. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid’ah itu sesat.”
(HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)

Bagitu banyak waktu yang telah kita buang dengan percuma…
Kita ingin disebut sebagai umat Nabi Muhammad SAW, tapi prilaku kita sendiri begitu jauh dari Rasulullah…
Reply
iyah mbak.. kita terlalu santai.. padahal kesalahan dan kekurangan kita dimana2..
Reply
Makasih mas… artikel ini sangat membantu sekaligus bisa mengingatkan kita akan kewajiban selaku Umat…
Kita sering mencari tahu tentang hal-hal yang menurut kita beguna, tapi kadang kita lupa masih ada yang sangat berguna yaitu mencari tahu apa yang IA kehendaki dari kita umatNYA.
Reply
ya.. sama2 mbak hellen..
kita harus berlari untuk mengejar ketertinggalan kita.. karena batas umur yang tidak kita ketahui..
Reply
jadi sindiran buat kita nih.. semoga menjadi semngat kita dalam memahami agama kita
Reply
ini sindirian buat saya juga, yang selama ini terlalu santai memandang agama, telalu santai memandang shalat berjamaah, terlalu santai ketika menunda2 shalat..
Reply
ini ceramah teraweh ke berapa mas? hehehhehe
Reply
keberapa yah?! hehehe
ini bukan ceramah kog.. ini pencerahan.. pencerahan bagi orang yang mau belajar.. belajar untuk hidup dengan sebenar2nya hidup
Reply
thnks udah berbagi disini mas
semoga kita dijauhkan dari sifat bid’ah tersebut
Reply
sama2 mas fajar, amien..
Reply
Agama itu tak hanay sekedar tahu, tetapi yang paling penting adalah paham … pemahaman yang lahir dari proses pembenaran pasti …
Reply
yup.. pencarian harus tetap dilakukan..
Reply
Reply
yup.. mencari terus mencari.. mana yang dilakukan Rasul mana yang bukan..
kita pelajari hadist² yang ada.. banyak forum² yang bisa kita baca
Reply
Dimas… maaf saya punya sedikit pendapat beda. Harap hati-hati dalam mengambil kesimpulan “gak ada hadist-nya”, atau “hadistnya udah jelas, orang yang mengerjakan perbuatan anu hanya mengada-ada”, bahkan lebih jauh ke masalah “bid’ah”. Betul, ada beberapa “ibadah” yang diada2in seperti peringatan 7 harian-100 harian, dll. itu bid’ah dan sama sekali gak dicontohin Rasul. Bahkan bisa masuk ke perbuatan dosa karena mencontoh cara ibadah agama lain (misalnya hindu dalam hal 7 harian).
Tapi mengenai qunut, gerakan shalat, dan shalat jamaah, waduh…. terlalu picik kalo mas dimas ngikutin pandangan kaum salafiyah (dilihat dari rujukan darussalaf.com yang dimas kasih linknya) yang begitu hitam putih dalam memandang hadist, umumnya “terlalu taqlid” ke setiap ulamanya, dan begitu “mudah” menyalahkan pendapat kelompok lain. Maaf, saya memang sering terlibat perdebatan dengan beberapa temen yang berpandangan “Salafiyah” makanya saya berani bilang hal seperti ini.
Sebagai gambaran, hadist yang shahih versi Bukhari belum tentu shahih menurut Muslim. Bahkan hadist shahih versi Attirmidzi, bisa jadi dianggap dhoif oleh Bukhari. dsb. Padahal kita semua mengakui kualitas Bukhari, Muslim, Attirmidzi, dll. Adanya berbagai mahzab pun sebenarnya imbas dari perbedaan pendapat mengenai hadist mana yang paling shahih, paling pantas diterapkan, termasuk juga cara menafsirkannya, dll. Shahih menurut Syafi’i belum tentu shahih menurut Maliki. Penafsiran hadist “A” menurut Hambali, mungkin berbeda dengan penafsiran hadist “A” menurut pandangan Hanafi.
Dari obrolan gw dengan beberapa temen yang mengaku salafi, gw narik kesimpulan bahwa mereka (salafiyah) menganggap hadist shahih hanyalah kumpulan hadist yang mereka pegang dan percayai. Penafsiran pun hanya mutlak benar oleh ulama2 yang mereka percayai. Salafiyah umumnya menutup diri akan adanya hadist lain yang menurut ulama mereka tidak shahih, dan menutup diri terhadap penafsiran yang berbeda dengan ulamanya.
FYI, coba tanya deh ke kyai2 NU mengenai Qunut. Tanyanya ke yang pinter kayak Qurais Sihab atau Sahal Manfudz ya, jangan tanya ke ulama keblinger macem GusDur. Gw yakin, mereka pasti punya dalil sendiri, baik itu hadist yang benar2 tersurat, ataupun penafsiran dari suatu hadist mengenai qunut. Sayangnya, hadist yang jadi pegangan mereka (tentunya mereka menganggap hadist itu shahih, atau minimal hasan), mungkin gak dianggap shahih oleh Salafiyah. Masih mengenai Qunut waktu subuh, sekedar informasi aja… Menurut mahzab Syafi’i dan Maliki, Qunut memang disunahkan dilakukan pada waktu subuh, sementara menurut mahzab Hambali dan Hanafi, qunut disunahkan pada saat witir.
Oh, satu lagi. Hati-hati dengan Salafiyah (gw buka2an nih, sebelum dimas bener2 ke-brainwash). Gw gak bilang salafiyah sesat atau apa. Mereka jelas Islam murni. Tapi pandangannya kelompok salafiyah yang begitu hitam putih, dan menolak adanya “khilafiyah” bisa jadi bumerang buat umat islam lainnya…. Silahkan cek buku-buku yang berafiliasi ke pandangan salafiyah, isinya bisa gw jamin 80% diantaranya hanya menyebut bahwa ibadah si anu salah, pendapat si anu bid’ah, dll.
Reply
wah iya mas ichax.. makasih dah di ingatkan..
tp tenang.. diriku bukan salafiyah atau yang lain2
diriku termasuk manusia yang kalau ada hadist shahih ataupun hasan sekalipun, asalkan periwayatannya tidak ada cela pasti saya kerjakan..
apalagi kalau ada yang bilang menolak “khilafiyah”, pasti saya tidak mendukung pendapatnya orang itu, khilafiyah jelas ada karena ahli hadist saja banyak, periwayatannya pun harus ahli yang menganalisa lurus atau terjadi pembelokan..”semakin banyak kepala semakin banyak pemikiran”
kita sebagai individu harus mengejar mana yang benar, dengan cara apa, dengan cara belajar, mungkin hari ini salah, tetapi besok kita harus benar..
seperti kisah nabi ibrahim
“dikala bintang muncul dia mengatakan itu tuhanku,tapi dikala bintang itu tenggelam, dia berkata aku tidak suka dengan apa yang tenggelam
dikala bulan muncul dia mengatakan itu tuhanku, tapi ketika bulan terbenam, dia berkata Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.
”
seterusnya kepada matahari.. kisah itu pun kita buat pelajaran, apa yang sekarang kita bisa lakukan kita lakukan, jangan ketika harus melihat semua hadist terkumpul di depan mata kita baru kita mengatakan ini yang paling benar.. jangan2 ketika hadist itu belum terkumpul seluruhnya, nyawa kita sudah dicabut, padahal belum satu amalan pun kita jalankan..
saya juga tidak hanya mengikuti pengajian salaf tidak juga hanya mengikuti pengajian NU atau muhammadiyah.. ada ilmu pasti saya kejar..
kenapa saya bilang niat yang di lafadzkan itu gak ada hadistnya, karena sudah beberapa kitab hadist yang saya punya, pembahasan di buku, forum, pengajian yang saya ikuti atau saya dengar melalui teman, mereka tidak bisa menunjukkan hadist bahwa Rasulullah pernah melafadzkan niat..
ya memang saya harus berhati2 dalam berpendapat,terima kasih mas ichanx dah ngingetin
nah kalau qunut dikatakan ada ayat yang turun sehingga Rasulullah tidak melakukannya lagi ketika turun ayat [3:128],
potongan hadistnya :
……Kemudian sampai kepada kami bahwa beliau meningalkannya tatkala telah turun ayat : ” Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim”. (HSR.Bukhary-Muslim)
Reply
ya Allah ampunilah dosa2ku dan semua teman2ku….
amin…
jadi pengen nangis pas mbaca :(
Reply
amien..
semoga kita tergolongkan kedalam kaum yang berfikir..
bukan kaum yang tahunya apa adanya dari ustadnya
Reply
Iya ya.. Aku sampe sekarang juga masih belajar untuk menjadi seorang muslimah yg lebih baik. Semoga saja nanti kita berada di barisan umat Nabi Muhammad SAW. Amin..
Reply
amien..
Reply
semoga saya bisa jauh lebih baik!
amin!
Reply
saya ikut meng-amien-kan..
Reply
Sungguh begitu akan terasa indah, nikmat dan tenang bila dalam hidup kita sesuai dg tuntunan Rosululloh s.a.w…
*
*poko’e beruntung dah…
Reply
mas dimas keknya musti baca tafsir Al Misbah deh…
buruan.. saya aja pingin punya kok…
semua keraguan mas Dimas akan terjawab Insya Alloh…
nabi pernah berpesan, kalau sepeninggalnya, ikutilah para ulama… bener khan??
Reply
waduh saya gak punya tafsir itu.. belum ada duit buat beli
keraguan yang mana nih mas? status saya bukan ragu kog, status saya sekarang mencari mana yang benar, untuk saat ini saya menemukan dasar yang menurut saya kuat ya saya jalankan.. kalau ragu berarti sampai sekarang saya tidak tahu mana yang harus saya jalankan 
ulama?misal nih Gus Dur itu ulama atau bukan? dia menjalin kerja sama dengan israel, dia mengatakan ahmadiyah itu boleh, dia menentang RUU pornografi, tapi banyak yang mengikutinya.. tafsir ulama menurut mas ndop yang gmn nih..
kita boleh mengikuti ulama, seperti suatu kasus :
saya takut orang salah sangka dengan perkataan saya, bayangkan saja saya sedang tersenyum
Rasulullah mencontohkan terawih+witir 11 rakaat, tetapi Sahabat mencontohkan terawih+witir 23 rakaat, Rasulullah bilang kita boleh mengikuti sahabat.. sekarang mas ndop pilih mengikuti Rasulullah kekasih Allah atau Sahabat yang berjuang dijalan Allah?
saya tidak menyalahkan orang yang mengikuti sabahat karena memang tidak salah, tapi kita lihat bobot yang mana.. kita cinta Rasulullah atau ulama?
ohya, tulisan ini jangan dibaca dengan nada offensive yah
Reply
mari kita saling mendoakan agar sma2 bisa menjadi lebih baek ke depannya…
terutama di bidang iman kita…
Reply
yup.. doa pun harus disertakan usaha..
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya”
Reply
Kata Mbah Prodin, Seseorang yang memulai amal baik ituh akan mendapat bagian dari orang yang mencontohnya, begitu juga sebaliknya. Walaupun di zaman Nabi Ndak Ada, kalo hal ituh baik, kenapa Nggak ? Toh Pelafalan Niat Juga Buat Meyakinkan hati.
Udahlah, daridulu debat Masalah khilafiyah Furu’iyah Ndak Kelar kelar.
Lanaa A’maluna Walakum A’maalukum.
Wallahu A’lam…
Reply
betul.. tapi yang baik itu sudah Rasul contohkan sedemikian rupa..
apa Masdan menganggap Rasulullah lupa mengajarkan kita melafadzkan niat menjadi “Ushalli Fardladh shub-hi rak’ataini mustaqbilal….”
Apa mungkin Rasul lupa? Atau Allah lupa mengingatkan Beliau(Rasul)?
memang saya tahu dari dulu tidak kelar2, yang saya bingungkan kenapa tidak kelar2? la wong jelas, tidak ada hadist mengenai itu, tapi kog masi banyak yang memperdebatkannya..
berarti itu bukan dari Rasul, berarti kita shalat mengikuti Ulama, bukan mengikuti Rasul donk?
Reply
sebenernya mereka juga ga’ bisa disalahkan, soalnya mereka belajar agama kebanyakan hanya dari keluarga, atau tokoh masyarakat sekitar. Memang menurut saya kalau belajar agama harus dengan ahlinya
dan nilai tambah juga kalau bisa bahasa arab, soalnya banyak kata dalam bahasa arab yang susah sekali dibahasa-indonesiakan, sehingga kalau diterjemahkan langsung akan menimbulkan makna yang berbeda ;)
Reply
mereka bisa disalahkan jika mereka tidak mencari..
Allah Maha Menilai (Al-Hakam) mengetahui mana manusia yang berusaha mencari mana yang tidak..
dalam proses mencari pasti menemukan kesalahan, terkadang kita tidak sadar kalau kita terjebak dalam kesalahan, tapi jika kita terus mencari pasti menemukan mana yang benar…
Allah Maha Adil (Al-’Adlu) pasti sangat mudah membedakan mana orang yang salah tapi diam seperti gelas kosong menunggu di tuang oleh gelas lain, dengan orang yang salah tapi berusaha memperbaiki..
Reply
subhanallah
postingan yg hebat sobat
Reply
terima kasih mas..
yuk kita sama2 mencari mana yang benar..
Reply
ini menurut yang pernah saya dengar dan saya mengiyakan.. Dalam berdakwah itu kita lebih ke “mengajak” bukan “mengejek”. Hnah, kalo kita mengejek misal, Gus Dur, hanya karena dia mendukung Ahmadiyah tanpa kita tahu kenapa Gusdur mendukung ahmadiyah, atau jangan-jangan sebenarnya Gus Dur tidak mendukung Ahmadiyah, tapi “kelihatannya” mendukung. Mungkin dia mendukung dalam hal “kemanusiaan” bukan dalam hal “keagamaan”, bisa jadi begitu khan.. hanya Gus Dur dan Alloh yang tahu khan??
makanya menurut saya jangan TERLALU CEPAT mengambil kesimpulan “ini salah” “itu salah” tanpa dasar YANG KUAT dari berbagai sumber (misal Kitab Asbabun Nuzul = kitab yang menjelaskan sebab-sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an atau kitab-kitab yang lainnya yang saya sendiri belum sempat mempelajarinya)
Semakin tinggi ilmu agama seseorang, semakin santun dia berbicara dan semakin dia tidak menyinggung perasaan orang lain kalau berdakwah. Coba deh tonton Acara favorit saya “Tafsir Al Misbah” di Metro Tivi setiap jam 3 pagi pas sahur. Lihatlah penontonnya, semua senyum dan mendapat pencerahan. Semua pertanyaan terjawab dengan anggukan senyum, bukan anggukan berfikir… Itu si Bapak Quraish Shihab memang saya akui jempol dalam menjelaskan Tafsir Al-Qur’an…
aduh.. aduh.. mas Dimas, saya kok jadi nggak enak nih… komentar panjang-panjang..
Mohon maaf ya mas Dimas kalau ada kata-kata yang salah, memang saya akui ilmu saya dalam bidang agama masih seumur jagung… wekekeke…
Reply
sungguh saya tidak ada niat mengejek seseorang..
manusia diajarkan untuk ber prasangka baik, tapi apakah ketika ada orang yang tangannya masuk kedalam tas kita trus kita hanya berfikiran “oo..mgkn ini orang mau ngambil barangnya yang tidak sengaja masuk..” trus kita senyum2 ke dia.. jelas dia copet..
kenapa saya bilang gitu tentang gusdur, karena ketika ahmadiyah rame2nya, saya selalu mengikuti tokoh yang satu ini, saya mendengar sendiri dengan telinga saya tanpa perantara, si gusdur mengatakan “siapapun yang mau membubarkan ahmadiyah, langkahi dulu mayat saya” whaat?? apa dia mujahidin? kita anggap saja iya, tapi kog dia malah menjalin kerja sama dengan israel? menurut sejarah saja ini bukan menurut agama, israel jelas2 melakukan perampasan wilayah, dan sekarang bisa kita lihat kekejaman israel di palestina.. dan saya lihat sendiri gusdur mendukung penolakan RUU anti pornografi, ulama model apa ini? dia juga mengatakan Al-Quran kitab paling porno, mau itu dalam arti tersirat ataupun tersurat, perkataan yang menjelekkan Al-Quran tidak pantas di ucapkan, perkataan itu seperti ‘meludahi’ Al-Quran di depan kami yang berusaha terus menerus mengagung-agungkan Al-Quran.. saya bukan menjelekkan dia.. ini fakta.. kita bisa lihat sendiri dia menjelekkan dirinya sendiri didepan umat islam..
jadi kalau ada perkataan keimanan hanya bisa dilihat oleh Allah,
saya katakan itu salah besar!, kenapa..karena keimanan yang bersifat fisik itu dapat dilihat, apa bisa kita katakan penyanyi dangdut yang memakai baju minim2 atau SPG yang pakai baju serba ketat itu beriman akan Allah?? apa mereka beriman akan adanya siksa neraka?? kalau iman yang dalam hati memang kita tidak bisa melihatnya..
kenapa saya bilang niat yang dilafadzkan itu salah, karena itu tidak ada tuntunannya, coba mas ndop tanya ke ustad2 yang mengamalkannya, minta tunjukan hadistnya.. pasti mereka hanya menunjukkan argumen, andaikan itu ijtihad para ulama, Ijtihad tidak berlaku dalam urusan penambahan ibadah mahdhah. Sebab urusan ibadah mahdhah hanya diatur oleh Allah dan Rasulullah.
kenapa mereka hanya mengangguk2? karena mereka hanya ingin menjadi gelas kosong yang menunggu di isi oleh gelas lain yang penuh..
anggukan berfikir?coba dibaca ayat ini
“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir [QS Al Jaatsiyah 45 ayat 13 ]” ada tulisan kaum berfikir kan? masi banyak di Al-Quran Allah mengatakan berfikir, bukan hanya anggukan senyum, [QS Al Hasyr 59 ayat 21 ], [QS Ar Ruum 30 ayat 21 ],
tidak apa2 kog komen panjang di blog saya… saya malah senang… inikan bukan membahas masalah yang sia2, kita dapat pahala jika mencari kebenaran..

saya senang berdiskusi, saya juga dalam perjalanan mencari kebenaran, saya bukan orang yang sempurna.. jika saya salah, salah senang jika di ingatkan..
silahkan di tanggapi mas
Reply
Hlah…
Masalah Apa Ngomongnya apa..
Inilah Akibat debat kusir, debat Tukang Becak, Debat Orang Ndak Berpendidikan, termasuk Saya..
Mbok yo Uwis Tho…
Lanaa A’malunaa Walakum A’malukum..
Lak Yo Bar.. selesai..
Sing Bener Cuma Gusti Allah…
Kalo Kisruh terus Kayak Begini, Bener kata Ahmad Wahib..
Saya Sudah Tidak Percaya Pewaris nabi, Coba Kalo Sekarang Kanjeng Nabi Muhammad Ada…Bagaimana Ya..
Jangan Sok tahu,
Wallahu a’lam…
debat kusir?
debat kusir itu debat yang tidak mencantumkan pendapat tanpa dasar,
coba mana landasan anda mengenai niat di lafadzkan?
kalau anda tidak bisa menunjukkan tapi anda tetap berdebat ya anda yang debat kusir, saya tidak debat kusir.. kan dasar saya sudah saya tampilkan..
“Sing Bener Cuma Gusti Allah…”
ngapain Allah menciptakan surga kalau gitu?
kalau ternyata semua orang salah?
sok tau? bukannya anda yang sok tau? masa saya menjelaskan dasar2 dibilang sok tau? berarti Quraish Shihab, Abdulah Gymnastiar, Arifin Ilham, mereka juga termasuk orang sok tau?
tolong bedakan mana yang bicara berdasarkan dasar dengan yang tidak.. saya bukan bukan orang yang sempurna, saya orang yang belajar juga.. kog saya dibilang orang yang sok tau?? apa anda tidak salah?
orang yang sopan berkomentar pasti saya berusaha dua kali lebih sopan, tapi kalau anda berkomentar dengan nada meremehkan orang, jelas pasti anda akan diremehkan..
mohon dijaga perkataan dalam komentar
Mas Ndop, Tafsir yang dipake Dimas itu Tafsir Fi Zilalil Qur’an, Ndak Mungkin dia Mau baca Al Misbah, apalagi at tabari, ibnu katsir, qurthubi, thabathaba’i. Kebanyakan Orang tarbiyah ituh Bilang kalo Quraish Shihab ituh Syiah..
Coba kalo Dimas Tahu Omonganya Imam Abu hanifah..
“Saya Bisa Benar dan Dia Salah, Tapi Saya Bisa Salah dan Dia benar..”
Sabar Sabar…
Astaghfirullah..
Wallahu A’lam…
Reply
jelas mas ini merendahkan saya..
saya bukan menganut aliran apapun..
bukan NU
bukan muhammadiyah
bukan ahmadiyah
bukan sunni
bukan syiah..
kalau itu ada dasarnya saya ikuti..kalau tidak ada ya tidak saya ikuti..
kalau berbeda penafsiran terhadap suatu hadist silahkan,
tapi kalau anda beda pendapat tapi tidak memiliki dasar jangan katakan kalau anda mengikuti Rasul.. karena anda berpendapat bukan berasal dari hadist yang menjembatani kita dengan gerak gerik, ucapan, perilaku, hati, sosial, segala macam mengenai Rasulullah..
saya tidak ada bilang kalau saya orang yang paling benar, apa anda menuduh saya mengatakan “saya paling benar yang lain salah”?
saya sudah bilang saya sedang belajar, dikala saya menemukan dasar yang kuat yah saya pakai..
Thanks atas peringatannya. Moga2 kita menjadi sebenar2nya umat nabi. Amin
Reply
amien..
wah mas husni dah rajin ngeblog lagi nih.hehe
Reply
Apakah Nabi Lupa Ndak Ngasih tahu Sholat Traweh Jamaah dan Umar Memulainya ituh juga Ndak Boleh ? Tidak Semua mas, kalo menurut Logika, Di Dalam Kulli itu ada Juz’i dan di dalam Juz’i itu ada Kulli.
______________________________________________
Kenapa Ndak selesai..
Karena kita ndak mau menyelesaikanya..
dengan apa menyelesaikanya ??
Ya dengan ” Lana a’malunaa walakum a’maalukum” ituh..
Hormatilah Pendapat yang Bedha..
kenapa ??
Karena Ijtihat satu tidak bisa membatalkan ijtihat yang lain..niyat dilafalkan ituh ijtihatnya Orang Lain dan anda Punya ijtihat sendiri ya sudah..
Wis Bar…
heheheheeee….
Nyantae ae mas…
Reply
kalau ada orang shalat dzuhur 5 rakaat salah atau tidak? orang pasti bilang sesat itu.. kenapa? karena tidak ada tuntunan, tapi kenapa orang niat di lafadzkan dibilang tidak sesat? padahal tidak ada tuntunannya.. kalau ada mohon ditunjukan.. saya menunggu..
iya..saya menghormati pendapat orang, tapi apa bisa anda mengatakan shalat dzuhur 5 rakaat itu betul??
Ijtihad tidak berlaku dalam urusan penambahan ibadah mahdhah. Sebab urusan ibadah mahdhah hanya diatur oleh Allah dan Rasulullah.
saya tidak melarang anda shalat teraweh 23 kog, tapi kalau anda mencintai sahabat silahkan ikuti sahabat.. yang lebih mencintai Rasul lebih tinggi dari pada cintanya kepada para sahabat silahkan ikuti Rasul yang teraweh 11.. beres..mudah.. dan masuk logika.. silahkan dijawab
Reply
Maaf sebelumnya, Saya Tidak berniat merendahkan Dimas..
Lha Sholat Dzuhur Lima Rokaat ituh sudah menambah Rukun,
tahu ndak Sobat Sholat ituh Apa ? Sholat ituh dimulai dari Takbiratul Ihrom sampai salam, jadi kalo Mau Melafalkan Niat ituh Di Luar Sholat, Bukan Masuk Rukunya Sholat. Nah kalo Sudah Takbiratul Ihrom ituh Niat dalam hati, Supaya hati Tidak Was was maka, sebelum takbiratul Ihram hati Dibimbing sama mulut, Hati Itu Kalbu, yang artinya Bolak balik, Untuk Bisa Pas ya dibimbing Dulu..
Sudahlah, walaupun diteruskan Juga Ndak Bakalan pengaruh..
Anda Punya Dasar sendiri, Saya Juga punya dasar sendiri..
Hidup Rukun damai…
Wallahu a’lam..
saya tanya.. dan kalau anda mengatakan niat itu dilafadzkan berarti anda juga menambah2 ajaran Rasulullah.. sama toh?
yang dzuhur 5 rakaat katanya menambah rakaat yang aslinya 4..
anda bilang niat dilafadzkan yang tidak ada contoh sama sekali dari Rasul..
sama2 menambah, membuat ibadah baru, bid’ah..
apa anda niat pergi kepasar juga was2? perki ke kampus juga was2? kenapa anda tidak melafadzkan “saya niat tidur, saya niat makan. saya niat mandi”.. konsisten donk berpendapat.. saya juga yang menjamin klo dilafadzkan bisa gak was2?? banyak juga saya tanya teman2, dia kalau shalat baca niat juga, tapi setelah itu shalatnya juga gak kosentrasi..
saya menulis ini untuk orang yang mencari kebenaran, bukan pembenaran atas tindakan yang dia lakukan..
jelas niat yang di lafadzkan tidak dicontohkan oleh Rasul, tapi kita masi mengaku2 kalau kita ini mencontoh ibadah Rasulullah..
terserah anda.. toh anda tidak memiliki dasar hadist tentang niat yang dilafadzkan.. jangan mengatakan anda punya dasar.. pembohongan publik..
Goblok Goblokane..
Amalku amalku, amalmu amalmu..
Ntar Tinggal Nunggu Keputusanya Gusti Allah..
Wallahu A’lam
Reply
wah.. siapa nih go-blog?
iya memang, amal mas ya amal mas.. gak mungkin saya minta pahala ke masdan..
keputusan jelas ditangan Allah sebagai Maha adil..
tp masalahnya benarkah kita mengikuti petunjukNya? petunjuknya kan datang melalui Rasulullah, dan kita mengatakan “kami umat Rasulullah” tapi kog kita tidak menjalankan ibadah menurut contohnya?
“Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat (HR. Bukhari)”
kalau niat yang dilafadzkan gak pernah di contohkan oleh Rasul lantas anda mengikuti siapa??
Reply
aku terkesima dengan tulisanmu yg ini. aku like banget, thankz. selamat malam dan salam hangat selalu
Reply
terima kasih mas
ini tahap belajar, mencari kebenaran dari sebuah ketidak jelasan perilaku beberapa umat islam yang mengaku umat Rasulullah SAW sekarang..
Reply
Tulisannya menarik banget mas. Ada hal-hal yang baru saya ketahui dari tulisan ini terutama tentang qunut.
Reply
makasih byk pak
ya saya lagi belajar dan menemukan beberapa perbedaan pendapat, dan berusaha mencari mana pendapat yang kuat tanpa pandang kebiasaan saya dahulu, kalau ibadah saya salah, pasti saya tinggalkan
lalu saya coba memaparkannya di blog ini.. sharing ilmu yang di dapat pak
Reply
sungguh semakin kita mendalami agama maka semakin kecil rasanya diri ini.
masih banyak yang harus dibenahi untuk menjadi pribadi yang fitri.
Reply
iya mbak.. semakin terlihat bahwa kita banyak menyia2kan waktu untuk belajar agama
Reply
selamat idul fitri 1429H, mohon maaf lahir & bathin yaaa.. ^_^
Reply
mohon maaf lahir batin juga mas
Reply
klo yang saya tahu mengenai qunut subuh itu, qunut itu di ucapkan Nabi Saw ketika akan memindahkan batu yang menjadi pertengkaran sewaktu di mekkah (klo g salah), dan Nabi saw tidak pernah memakai qunut pada waktu sholat subuh, jika ada yang memakai pada waktu subuh tolong dijelaskan haditsnya, sanadnya dan keshahihan hadits tersebut
Reply
nabi pernah, tapi tidka pernah melakukan spesialisasi waktu seperti di indonesia sekarang..
ini ada link tentang dasar qunud subuh, banyak yang berpendapat terjadi “kebengkokan” dalam periwayatannya.. klik disini
Reply
mas dapet award dari saya :D
Reply
makasih mas fajar.. wah THR buat saya nih..
tambah semangant go-blog
Reply
SELAMAT IDUL FITRI YA…
MAAFKAN LAHIR & BATIN..
BUAT PARA BLOGGERS FELLOW YANG MO MUDIK,
HATI-HATI DIJALAN…!!!
SEMOGA MUDIKNYA LANCAR SAMPAI TUJUAN
DAN BISA LEBARAN BERSAMA KELUARGA TERCINTA AMINN….
JENK DHETEA & KELUARGA.
Reply
mohon maaf lahir batin juga yah mbak dhetea
maaf jika ada salah2 kata atau tulisan dalam blogging walking..
Reply
Saya setuju dengan mas dimas…karena Rasulullah bersabda :
” Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah tak seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah tak seorangpun yang dapat memberinya petunjuk”. Ingat amal yang diterima oleh Allah ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh umat muslim yang mengaku pengikut umat Rasullullah yaitu :
pertama Niat ikhlas karena Allah dan yang kedua Ittiba (sesuai dengan tuntunan Rasullulah. Jadi sudah tidak usah diperdebatkan mereka yang mengaku umat nabi Muhammad yang tidak mengikuti ajaran, tuntunan, dan apa yang dicontohkan oleh Nabi karena Hidayah sepenuhnya milik Allah. Setelah kita menyampaikan apa yang yang benar dan mereka tidak mau mengikuti dakwah yang kita sampaikan berdasarkan tuntunan Rasullulah kita hanya bisa berdoa pada Allah : “Semoga saudara-saudara kita yang Muslim mendapatkan Hidayah dari Allah, Amin ya rabbal alamin. Fastabiqul khairat. wassalam
Reply
Alhamdulillah saya dapat dasar baru lagi.. makasih pak anton atas tambahannya yang berharga ini..
Reply
inget kata ustadz Ja’far Umar Thalib tempo hari kasih khotbah jumat di Ulil Albab :
bid’ah —> dholalah —-> Nar
Reply
coba bayangkan semua umat menambah2kan ibadah yang menurut mereka boleh.. bisa hancur islam ini..
makasih mas ano
Reply
@ano, dah lama ngga ngeliat uja khutbah..
Reply
ini mengingatkan diriku kah?
makasih ya dah ngingetin akan hal ini..
Reply
ah GR…hahahaha
ini buat semua orang kog..
Reply
artikel yg menarik. Ilmu memang harus didahulukan ketimbang amal, krn ilmu adalah panglima. Beramal tanpa berilmu ya sesat hehe…selebihnya saya stuju, hanya mengenai qunut, ini saya anggap khilafiyah, solusinya mudah saja, ketika saya sholat di mesjid yang berqunut, sbg makmum ya saya ikuti saja, krn makmum wajib mengikuti imam. Yah klo lama2 bosen, cari mesjid yg ga berqunut aja hehe
Reply