Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s.a.w.). (Al-Ma-idah : 83)
Orang yang menangis karena Allah tidak akan disentuh api neraka. Rasulullah bersabda: ”Ada dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga dalam perang fii sabilillah” (HR Turmudzi no. 163)
Keutamaan menangis karena Allah sangatlah banyak, namun manusia yang mampu amatlah sedikit. Sebab yang dicari manusia kebanyakan adalah bahan-bahan humor, canda tawa, senda gurauan dan bersenang-senang. Maka sempatkanlah menangis karena takut kepada Allah, jika kalian tetap tidak bisa menangis maka berusahalah supaya menangis. Ibnu Qoyyim berkata: berusaha menangis itu ada dua macam; terpuji dan tercela. Terpuji jika membangkitkan rasa takut dan kelembutan hati, tercela jika menimbulkan riya’ dan sum’ah. Suatu ketika Ibnu Qoyyim melewati orang yang sedang membaca al-Qur.an dengan menangis, namun ketika beliau melaluinya ia menjadi menangis keras-keras. Lalu beliau berkata: tadi orang ini membaca Al-Qur’an dan menangis karena Allah, adapun berikutnya karena syetan”
Apakah nabi tidak pernah menangis? Bukankah ia telah dijamin masuk surga sehingga tidak perlu lagi menangis? Telah diriwayatkan dari Abdullah bin As-Syikhr ia berkata: “aku pernah datang kepada nabi, ketika itu aku temui beliau tengah sholat dan aku mendengar suara tangisnya bagai gemuruh air dalam periuk yang mendidih menggelegak”(HR. Abu Dawud)
Rasulullah pernah memberi nasehat dengan teramat menyentuh hati, sehingga hati para sahabat bergetar, nafas-nafas mereka bersenggukan, tak kuasa membendung air mata di saat mendengarnya: “aku nasehatkan kepada kalian agar selalu bertaqwa, mendengar serta taat”, sehingga salah satu dari mereka berkata: Ya Rasul, ini seolah-olah nasehat perpisahan antara kami dan engkau (HR Abu Dawud: 4607).
Diriwayatkan dari Abu Dzar bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku melihat sesuatu yang tak bisa kalian lihat, mendengar apa yang tak kalian dengar, yaitu langit telah retak dan sudah semestinya langit berderak. Di sana tiada suatu tempat untuk empat jemari kecuali telah ada malaikat yang menyungkurkan dahinya bersujud kepada Allah. Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian pasti sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian juga tidak akan bersenang-senang dengan istri di tempat tidur, kalian tentu akan keluar ke jalan-jalan untuk memohon perlindungan kepada Allah” lalu mata Abu Dzar pun berlinangan tangis dan berkata: “demi Allah, seandainya bisa, lebih baik aku menjadi pohon saja yang diambil daunnya”(HR Tirmidzi: 2312).
sudahkah kita menangis hari ini? benarkah kita takut akan neraka? sangat sombong sekali kita masih berani menunda shalat ketika adzan memanggil, apalagi sampai kita melupakan shalat.. masi beranikah kita mendahulukan perut kita ketika berbuka puasa ketimbang pergi melaksanakan shalat magrib terlebih dahulu? ketika neraka dihadapkan didepan mata kita, sungguh kita tidak akan bisa lari darinya, kita tidak akan berani meninggalkan shalat sedetikpun, tidak akan bisa kita tertawa bahagia dengan keluarga kita..


Alhamdulillah, tetesan air mata keimanan itu mengalir di mata yang selalu tidak menjaga pandangan.. aku tertunduk.. terdiam saat renungan subuh tadi. Kapan yach aku menjaga pandangan..
Reply
Reply
Reply
dan air mata seperti ini yang kan menjadikan anggota tubuh kita yg teralirinya terhindar dari api neraka
Reply
subhanallah, nice posting… semoga selalu tercerahkan
Reply
Reply
kadang sayapun menangis…
Reply
saya akhir2 ini pernah nagis terisak juga!
hikzzz!
Reply
ada saatnya canda.. ada saat serius.. kalo ngomong soal agama.. gw yakin siapapun bakal serius… kalo nangis saat berdo’a biasanya itu tergantung dari kekhusyukan orangnya.. btw postingan yang mantab bro.. siip
Reply
Reply
Reply
sama2 mbak
Reply
Reply
wah.. bukan mahram mbak
Reply
Dhummm…..seolah ada palu godam jatuh dari langit mengenai kepalaku !!!
Reply
artikel yg mencerahkan.. ^_^
Reply
Jaman sekarang, kebanyakan orang menangis karena kehilangan hartanya, ditinggal pacarnya, dan sebab-sebab dunia.
Reply
karena manusia kehilangan arti cinta sejati pak
mereka lupa seharusnya siapa yang mereka cintai..
seisi dunia ini pun tidak akan sanggup menggantikan Janji Allah akan surga..
Reply
yuk pada tobat…..
Reply
yuk.. jangan sampe kita pas azhan masi nongkrong di boulevard UII.. tunaikan shalat.. baru kita makan
Reply
daleeeeeeeemmmmmmmmm…
subhanallah…alhamdulillah brarti ESQ ga sia”…=)
Reply
alhamdulillah
semoga diriku bukan seperti raja namruj pada jaman nabi Ibrahim a.s.
ESQ sangat membantu sekali dalam pencarian hidup selama ini.. menerangi jalan yang gelap karena dosa2 kita.. sehingga jelas mana yang seharusnya kita cintai atau mana yang seharuskan kita tinggalkan..
doakan semoga tetap terjaga dalam kekonsistenan..
Reply
makasih pencerahannya, memang harus begitu saling mengingatkan satu sama lain disaat orang sibuk dengan dunia , sibuk dengan pencalonan kader caleg..
wew makasih berat.. met kenal
Reply
salam kenal juga
jadilah manfaat bagi orang lain..
Reply
Makasih ya mas sudah ngingetin….. kita sering lebih terlena dengan dunia ketimbang menyempatkan waktu untuk-Nya…. padahal Allah sungguh baik bagi kita, tapi apa yang kita balas?
Reply
nafas…
penglihatan..
tubuh ini..
siapa yang memberi..
kita memang terkadang terlena.. terlena berarti sengaja..
seharusnya kita takut karena kesengajaan kita itu..
Reply
merenungi diri yang penuh dosa..
makasih udah ngingetin kita2…
Reply
sama2 mas ridu
Reply
“dan ketika hujan turun sangat lebat,maka Rasululloh SAW menangis , lalu sahabat bertanya “wahai Rasululloh mengapa Engkau menangis seperti ini, apa yang Engkau sedihkan?” lalu Rasul menjawab, “Lihatkah kau butiran air hujan yang mengucur deras? kelak ummatku akan seperti butiran air yang mengucur dengan derasnya itu di neraka”
bisa dibayangin kan kalo ujan deres itu banyak banget butir – butir air yang turun ke bumi, jadi seperti itu ummat Muhammad SAW di akhirat nanti banyak sekali yang masuk neraka sehingga diibaratkan bagai buti air di saat hujan deras
mulai sekarang pingin tobat, tapi kenapa jalan maksiat selalu terbuka lebar, mulus dan lurus????
Reply
jalan maksiat pasti terbuka lebar..
seperti neraka yang sudah membara dari dulu..
kita kemaksiat pasti neraka tempat kita..
logika simple.. tapi itu lah fakta..
tinggal kita beriman akan adanya neraka atau tidak..
Reply
Berapa jumlah emoticon yang sedang menangis di postingan ini????
setiap posting disini kok avatarku ga ada ya?
wah gak ngitung mas,hehe
soalnya saya pakai gravatar, bukan avatar dari wordpressnya..
coba daftar gravatar dulu mas ano
Reply
tiap masuk blog ini bawaannya jadi inget dosa terus
Reply
hehe.. dosa memang bukan untuk di lupakan kang ichanx.. tp itu buat pelaku, bukan si korban.. kalau pelaku mengingat dosanya yang dahulu pasti si pelaku semakin tunduk, tidak berani membusungkan dada di hadapan Allah..
tapi ketika korban mengingat dosa2 si pelaku, itu namanya tukang gosip..hehe
Reply
bener chanx!!
Reply
hehehe… neng fey mah aja-aja ada..
cuman numpang nangis doank…
Reply
jujur ya dim, tiap ada renungan pada nangis-nangis, dan aku sulit sekali memeras air mata ini. Aku pikir kalau hanya menangis dan setelah itu tidak berubah ya mending ga nangis tapi ada perubahan. Tapi ternyata aku salah ya, ternyata nangis itu perlu juga. belajar nangis ah
*sulit juga nangis berair mata, kalo nangis dalam hati sering
Reply
menangis dalam hati?wee…
ya analoginya sih sebenarnya kalau orang menangis karena mengingat dosa, seharusnya dia menyesal, orang menyesal pasti tidak mau mengulanginya lagi, tidak mau mengulanginya lagi berarti tobat.. happy ending deh
jika ada orang yang menangis trus besoknya gak berubah, wah itu dasar orangnya, jadi bukan tangisannya yang salah, sewaktu menangis dia menyesal, tetapi belum kering air matanya dia sudah lupa tentang penyesalannya..
Rasulullah aja yang dijamin Surga menangis apalagi kita yang tidak dijamin.. seharusnya kita menangis melebihi Rasulullah..
neraka yang panasnya 7 kali panas yang paling panas yang ada dibumi, itu seharusnya cukup membuat kita gemetar dan ketakutan, merintih memohon ampun..
semoga kita tidak digolongkan kedalam orang2 yang lalai, amien
Reply
Satu renungan untuk mengingatkan kita pada sang khaliq…
amin
momentnya skrg udh pas bgt, bulan Ramadhan –> ada malam 1000 bulan.
yuk kita sama² mencari malam itu, kita cucurkan air mata ini utk mengingat-Nya, setiap hela nafas ini hanya bertasbih menyebut nama-Nya….
salam kenal..
Reply
salam kenal jg
amien..
Reply
kalau saya nangis itu bukan karena takut akan neraka…
Reply
yup..
memang menangis itu banyak sebabnya.. salah satunya,
orang bisa menangis karena mengingat dosa yang telah dilakukannya, mereka menangis karena mereka takut akan siksa neraka..
Reply
hii salam kenal
Reply
salam kenal.. kog websitenya mobile community?
Reply
dosa ku banyak sekali
Reply
Reply
semoga Alloh selalu melembutkan hati ini dan menjadikan kita hamba-Nya yg Bertaqwa
makasih…
Reply
amieenn..
Reply