15 November 2008 ~ 36 Comments

UU Pornografis

BERITA JAWA POS

[ Kamis, 30 Oktober 2008 ]

RUU Pornografi Disahkan tanpa Persetujuan PDIP-PDS

JAKARTA - Setelah melalui proses panjang, RUU Pornografi akan disahkan hari ini (30/10). Melalui perdebatan alot dalam rapat konsultasi pengganti badan musyawarah (bamus) kemarin (29/10) diputuskan pengesahan RUU tersebut akan dilakukan tanpa persetujuan Fraksi PDIP dan Fraksi Partai Damai Sejahtera.
”Sudah diputuskan bahwa besok kami sahkan,” ujar Ketua Pansus RUU Pornografi Balkan Kaplale setelah rapat konsultasi. Dia mengklaim, semua fraksi telah sepakat dengan agenda tersebut dan sudah tidak ada lagi yang mempermasalahkan substansi pasal dalam RUU.
Rapat konsultasi yang digelar setelah rapat paripurna pukul 16.00 kemarin (29/10) dihadiri wakil dari sepuluh fraksi dan dipimpin Ketua DPR Agung Laksono. Rapat sekitar tiga jam itu berlangsung dua putaran. Pada putaran pertama, tujuh fraksi setuju RUU Pornografi disahkan hari ini. Sementara FPDIP dan FPDS meminta RUU tersebut didrop, tidak diundangkan. Kemudian, FKB meminta agar pengesahan ditunda hingga setelah masa reses.
Setelah diskors untuk salat Magrib, rapat konsultasi dilanjutkan dan diambil keputusan bahwa RUU Pornografi harus disahkan hari ini. FKB yang tak lagi mempermasalahkan substansi RUU tersebut memilih mengikuti mayoritas suara fraksi. Sementara FPDIP dan FPDS yang sudah menarik diri dari pembahasan RUU harus mengikuti mayoritas fraksi.
Eva Kusuma Sundari dari FPDIP menyatakan bahwa pengesahan RUU Pornografi akan menjadi dasar bagi organisasi massa tertentu untuk melakukan anarkisme dan kekerasan kepada kelompok orang yang dianggap melanggar. ”Tanpa UU saja, mereka sudah melakukan kekerasan. Apalagi ada UU-nya,” keluhnya.
Pasal 21 RUU Pornografi mengakomodasi hal yang memungkinkan masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan, penghapusan, dan penghentian. Tugas yang sebenarnya dilakukan aparat hukum. ”Pasal ini luar biasa. Masyarakat diberi kewenangan yang seharusnya dilakukan negara,” katanya.
Selain itu, pasal 22 menyebutkan, secara normatif, masyarakat bisa melaporkan/mengaduk an tindakan yang diduga melanggar UU Pornografi. Masyarakat juga diberi wewenang untuk melakukan sosialisasi UU tersebut. Padahal, menurut dia, sebagai UU baru setiap orang bisa menafsirkan makna pasal tersebut sesuai dengan pemahaman masing-masing. ”(Masyarakat, Red) Melakukan sosialisasi itu juga berlebihan. Sebab, kewenangan sosialisasi ada di tangan pemerintah,’ ‘ tandasnya.
Kemudian, pasal 23 mengatur bahwa mereka yang mengadu atau mencegah akan mendapatkan perlindungan. Menurut Eva, pasal tersebut justru kontraproduktif dengan prinsip negara hukum. ”Mereka yang melakukan kekerasan kok malah dilindungi. Sebab, mereka tidak punya ukuran tertentu dan menginterpretasikan hukum sekena-kenanya, ” tegasnya.
Karena itu, PDIP memilih untuk tidak bertanggung jawab terhadap pengesahan UU tersebut. Pihaknya akan tetap menganggap bahwa UU itu justru akan memunculkan tindakan-tindakan anarkis di masyarakat. ”PDIP tidak ingin menjadi bagian yang mendorong anarkisme itu,” katanya.
Eva juga mengungkapkan bahwa dengan adanya beberapa substansi pasal yang masih menimbulkan polemik tersebut, sejumlah daerah dan elemen masyarakat di Indonesia sedang mempersiapkan uji materi terhadap UU tersebut. ”Saya dengar Sulawesi Utara, Riau, Toli-toli, termasuk kelompok adat sudah berencana melakukan judicial review terhadap UU tersebut,” tambahnya.
Selain itu, kelompok gay, lesbian, dan biseksual juga akan mengajukan gugatan judicial review. Sebab, pada penjelasan pasal 4 disebutkan bahwa persenggamaan homoseksual adalah penyimpangan. ”Padahal, laporan WHO (World Health Organization) dan Depkes 1993 sudah memutuskan bahwa homoseksualitas bukan bagian dari penyimpangan, ” paparnya.
Menanggapi sikap PDIP dan PDS tersebut, sejumlah fraksi di DPR meminta penolakan tersebut juga disalurkan melalui jalur konstitusional. Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) Lukman Hakim Saifudin mengatakan, judicial review ke MK menjadi langkah konstitusi. ”Silakan saja diuji materi ke MK. Tapi, kami tidak bisa lagi menunda pengesahan RUU tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Ali Mochtar Ngabalin menegaskan bahwa setiap UU pasti tidak bisa memuaskan semua kalangan masyarakat. Namun, menurut dia, UU Pronografi disusun dengan tujuan melindungi generasi agar tidak terkontaminasi hal-hal buruk yang merusak akhlak.

wah sudah lama gak nulis nih..hehe
sekali nulis nemu ginian, berita di koran tentang perundang²an pornografis.. biar enak saya tambahin ’s’.. soalnya saya orang grafis..hehe
ternyata ada dua partai yang menolak..wow.. ada apa ini.. kenapa mereka menolak yah?
FPDI dan FPDS..

FPDI, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.. memperjuangkan apa toh? memperjuangan golongan yang mana? bukannya banyak golongan yang setuju klo itu UU di sahkan karena kuatir anak² mereka menonton penari² yang goyangannya gak masuk di akal..

golongan mana yang mereka perjuangkan? :think:

FPDS, Partai Damai Sejahtera,

tegas Tiurlan dari FPDS saat jumpa pers bersama sejumlah aktivis perempuan yang menolak RUU Pornografi di Gedung DPR menambahkan, kalau nanti disahkan, para wanita yang memakai pakai rok mini atau tank top pun kena hukuman karena dianggap membangkitkan hasrat seksual. “Begitupun jika kita tidak memakai jilbab,” tuturnya.

wah..bagus itu, saya setuju sekali kalau wanita yang pakai rok mini di hukum, tapi kalau pakai rok mini di depan suami mereka, saya setuju2 aja, kah mahramnya?! tapi kalau mereka pakai rok mini depan laki² lain, apa coba maksudnya klo gak menggoda? mungkin ada wanita menjawab spontan “itu kan style, dasar pikiran cowo aja yang kotor”..saya pun menjawab “style dari hongkong..pikiran cowo?kami masi normal kog..cowo tulen..kami bukan mahluk yang tidak memiliki nafsu, mbak gak punya nafsu yah? gak normal donk”
oh ya mbak tiurlan.. mengenai jilbab.. itu diwajibkan untuk orang islam aja kog.. klo mbak bukan kenapa harus repot? toh Allah tidak pernah memaksakan neraka dan surga, siapa yang mau masuk surga silakan lewat sini, yang mau masuk neraka lewat sana..

mengenai kelompok yang melakukan arogansi yang ditakutkan PDIP dan PDS.. sebelum UU mungkin masyarakat geram melihat tempat dugem disamping rumahnya yang tiap hari wanita dengan pakaian mini keluar masuk dengan bau minuman alkohol.. dan apa yang bisa mereka perbuatan?
hanya menonton.. kalau mereka protes mereka di anggap kriminal.. :gaktau:
dunia sudah terbalik yah.. masa orang menghentikan perbuatan yang seperti itu di bilang kriminal?!
wow.. dan mereka bilang itu benernya bukan tugas masyarakat, itu tugas polisi.. polisi? hari gini? bukannya kalau polisi merespon tanggapan masyarakat mengenai tempat dugem dari dulu tempat itu di seluruh indonesia ini sudah ditutup?? menurut informasi mereka menjual alkohol di atas rata² yang perbolehkan oleh pemerintah. seharusnya dari dulu dah di ciduk ke tahanan sama polisi, tapi apa yang terjadi?
uang lebih berharga dari tanggung jawab..
apa saya harus percaya kepada polisi seperti itu?
jadi saya setuju kalau saya atau warga sekitar diberi wewenang untuk menanggulangi sendiri tempat² seperti itu di wilayah sekitar saya..dari pada nungguin polisi yang katanya iya² tapi gak bergerak gara² uang..ffhhh…. :marahmendem:

ohya.. situs kalian (PDIP dan PDS) tuh.. di benerin.. banyak yang gak jelas.. tata letak, konten, background, script error lah..weleh2.. :malu:

ohya.. jika ada budaya yang bertentangan dengan agama, mana yang harus dikalahkan?agama atau budaya? menurut anda? :confuse:

36 Responses to “UU Pornografis”

  1. sebaiknya budaya yang mengacu pada agama

    Reply

    yang menciptakan budaya adalah manusia..
    yang menciptakan manusia adalah Allah..
    berarti budaya berada dibawah agama..

    Reply

  2. Mr. Not So Magnificent 15 November 2008 at 10:59 am Permalink

    “kena hukuman karena dianggap membangkitkan hasrat..” – mas-mas saya kalo liat foto ini – http://a.img-dpreview.com/reviews/CanonEOS5D/Images/frontview.jpg hasrat saya bangkit..gimna itu mas.. yang salah siyapa ? saya ga ditangkap kan mas ya? oiya mas, kalo di tempat ini – http://www.timecatcher.com saya sering mengalami “orgasme visual” itu bagaimana mas.. hehehe, :bancikaleng:

    Reply

    wow…
    kata2 yang bagus..kwkwkw
    saya juga ngiler atuh mas ngeliat EOS.. :tidak: :dream: kapan bisa beli..
    timecatcher keren juga foto2nya.. ngeri ui.. kapan bisa dapet gitu…

    Reply

  3. ano 15 November 2008 at 3:25 pm Permalink

    :ingat2: agama no 1

    Reply

    wah.. betul mas ano..
    agama itu the rule of life..

    Reply

  4. Hanif 15 November 2008 at 7:28 pm Permalink

    Hya… hya… masih hangat dibicarakan ternyata :D sudah baca UU-nya? kalau belum silahkan dibaca di http://quotes.blogdetik.com/uu-pornografi-yang-kontroversial/ ;)

    Reply

    itu baru rancangannya mas hanif.. saya sudah baca yang di tanda tangani ama SBY..
    saya lupa baca dimana, di PDF, beserta perbandingan antara rancangan dan yang sudah di sahkan.. cukup berkembang.. mari kita lihat penerapannya dilapangan..
    apa si julia perez masih berani goyang di mall didepan anak2 kecil..
    apa si penari dangdut masih berani bergoyang erotis di depan laki2 atau suami orang..

    Reply

  5. emfajar 16 November 2008 at 6:25 am Permalink

    ikutan senang dengan disahkannya UU ini.. :dream:

    Reply

    betul mas.. banyak orang senang.. tapi kog masi ada orang yang gak senang yah?

    Reply

  6. fitraraditya 16 November 2008 at 7:26 pm Permalink

    udah beneran disahkan mas ??
    beneran udah ???

    akhirnya,,,
    tp ko’ blum ada yg demo yaa ??? :D

    Reply

    udah lah.. wah ketinggalan berita nih masnya.. :senyamsenyum:
    demo? udah kog.. ya penari2 dan pelindung wanita(katanya mereka) yang sering demo..

    Reply

    wahahahahaha…si radith kudith kudith ktinggalan brita tuh
    makanya jangan ngelab mulu :seneng:

    wah anak lab toh? wow.. calon mahasiswa siap kerja nih.. :dream:

  7. Mr. Not So Magnificent 17 November 2008 at 5:02 am Permalink

    Hmm.. baru aja baca berita http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/14/16055757/dangdut.bugil.gegerkan.warga.gresik. – dah agak telat sih bacanya pagi ini.. tapi berasa kaget juga, selama ini yang aku tau (tau..itu bukan berarti pengalaman dan pernah mengalami.. tapi saya tidak bisa menolak untuk ditafsirkan sepeti itu..hehehe..) acara dance bugil dan sejenisnya itu -kalau memang ada, dan memang ada- merupakan acara private, bukan acara yang bisa dibuatkan panggung dan mendapatkan izin acara untuk penonton ratusan orang di suatu lokasi… ternyata.. bisa juga kayak gitu, ngalah-ngalahin vegas euy.. :gaktau:

    Reply

    weks..
    tuh kan.. dangdut bikin heboh lagi.. kemarin goyang ngebor.. sekarang goyang bugil..
    Masya’allah.. bisa²nya wanita itu merendahkan harga dirinya hanya untuk uang.. pasti gak belajar surga ama neraka.. :hore:

    Reply

    kata orang tua dangdut lebih layak dinikmati daripada rock,,
    tapi kalo udah kayak gini dangdutnya… mending milih rock walaupun telinga dibikin pusing tapi otak fresh, daripada nonton dangdut bugil otak jadi meriang… mata puyeng2,, :gaya:

    ntar besok-besoknya ada kasus pemuda memperkosa anak di bawah umur gara-gara nonton dangdut bugil. :ingat2:

    mending ngaji klo gitu..
    rock juga kerjaannya lompat2 toh.. musik keras.. bisa pengaruh kedalam kejiwaan..

  8. arvernester 17 November 2008 at 1:52 pm Permalink

    hohoho,, iya nech materinya sama dengan sayah… dan blog-blog laennya,, halah…. tapi tetap duluan saya tanggal postingnya… :keren:

    Yup, saya juga sangat setuju, walaupun menurut saya kurang efektif untuk saat ini. setidaknya bisa meredam tindakan yang mengarah k pornografi dan aksi.

    Reply

    hehehe.. walau polisi tidur tidak dapat menghentikan para biker yang tukang ngebut2, bukan berarti polisi tidur itu gak berguna kan?
    paling tidak sekarang ada aturan warga bisa menindak langsung..

    Reply

  9. arvernester 17 November 2008 at 1:56 pm Permalink

    oh ya,, ketika masih RUU, beberapa tindakan sudah diambil pemerintah untuk menanggulangi masalah pornografi khususnya yang menyangkut dunia internet. Agaknya kurang efektif, malah menimbulkan protes disana-sini. :think:

    kira-kira udah jadi UU, akan diambil langkah apa yah? bisa tegas ga yah? :senyamsenyum:

    Reply

    yang masalah itu pengadaan software penaggulangan pornografi yang dinilai gak mempan.. sudah menghabiskan miliaran, paling di korupsi.. karena tidak terdengar kabar sistem penanggulangan itu lagi..

    Reply

  10. vaepink 18 November 2008 at 9:14 am Permalink

    Seharusnya budaya itu atas dasar agama…, sehingga agama bisa melindungi kebudayaan itu sendiri… dan akhirnya manusia bisa berkreasi dalam kehidupan berdasarkan inspirasi agama bukan hal yang lain yang dilarang oleh agama….

    Karena agama merupakan sesuatu yang sakral dan final (tidak boleh ada yang merubah) yang datang dari Allah…, sedangkan budaya itu merupakan pikiran manusia yang setiap saat bisa berubah…

    Dan intinya aku setuju dengan UU ini, tapi kenapa yah kok banyak wanita yang tidak setuju :confuse: padahal ini kan untuk melindungi wanita itu sendiri ??

    Reply

    nah itulah mbak.. yang membedakan wanita yang ingin melindungi diri dan wanita yang ingin ‘menjual diri’.. mereka ingin dilihat oleh semua laki2.. mereka ingin menjadi objek..

    Reply

  11. trendy 18 November 2008 at 3:55 pm Permalink

    ngikut yang rame aja deh!
    *kayak kuncoro di si jago merah*!
    wkekekeke!

    Reply

    weh… :kaget:
    peran pengikut nih.. :malu:

    Reply

  12. Yeni 22 November 2008 at 9:27 pm Permalink

    waaaaaa…..emank gawat kalo udah mas dimas yang ngomong grafis
    salah dikit aja terliat oleh mata jelinya mas dimas :sweat:

    HOREEEEEEE!!!!!!! :bancikaleng:
    akhirnya ini UU disyahkan juga
    aku STODJO banget!!!!
    kalo engga, makin horor aja berita2 yang nongol ditipi
    yang bapak merkosa anaknya lah, yang ibu jual anaknya lah… :gaktau:

    ada harapan besar di UU ini

    Reply

    hehehe.. mbah yeni melebih2kan aja deh.. :malu:
    yup.. untung uu ini di sahkan juga, tapi…. banyak pihak yang gak setuju.. termasuk perwakilan hisbut tarir indonesia..
    pertama saya bingun.. kenapa mereka gak setuju..
    pada akhirnya baru membaca beritanya, mereka gak setuju gara2 tulisan anti pada undang2 di hapuskan, berarti UU ini bukan anti tapi mengatur..
    wow.. dan pornografi mgkn merajalela karena undang2 ini bukan anti pornografi.. itu kata mereka.. :senyamsenyum:

    Reply

  13. Gelandangan 24 November 2008 at 11:18 am Permalink

    Semuanya tergantung pada individu seseorang aja mas :D
    mau dikerjakan atau enggak. percuma juga buat uud trus enggak ada yg patuhi

    Reply

    waktu saya kelas 3 IPS dulu(sekarang informatika,croos job,hehe) di ajarkan tentang tata negara, apa itu negara, apa itu warga negara, apa itu hukum..
    undang-undang itu sifatnya memaksa..mau tidak mau semua yang tinggal di indonesia harus menjalankannya, kecuali dubes yang punya kemampuan bebas hukum.. jadi bukan tergantung hak individu seseorang mas :senyamsenyum:

    Reply

  14. neng fey 26 November 2008 at 10:10 am Permalink

    dim, km pernah ikut2 demo/ngegrebek suatu tempat kaya si organisasi tersebut ga?

    Reply

    belum pernah..
    tapi jika nanti punya anak dan anak saya rusak gara2 tempat itu, pasti saya ikut tanpa berfikir panjang bakalan gabung ngrebek tempat model kya gitu.. :keren:

    Reply

  15. neng fey 26 November 2008 at 11:49 am Permalink

    komen gw masuk ga sih dim?? :ngamuk:

    Reply

    masuk kog neng :senyamsenyum: emangnya gak tampil yah?

    Reply

  16. aliefte 30 November 2008 at 7:03 am Permalink

    ikut bersyukur atas disahkannya UU Pornografi.. moga bener2 diterapkan. btw yg diperjuangkan mereka yg enak2 aja kali..

    Reply

    yup…. moga2 gak dibuat celah ama si pelaku porno aksi..

    Reply


Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Bad Behavior has blocked 84 access attempts in the last 7 days.